Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juli 2026

Menjemput Ketenangan di Lhok Bubon: Surga Tersembunyi yang Ramah Keluarga


Deru mesin kendaraan dan hiruk-pikuk khas perkotaan seketika menguap begitu kaki menginjak hamparan pasir putih di Pantai Lhok Bubon. Terletak jauh dari kebisingan kota, destinasi pesisir ini menawarkan sebuah kemewahan yang mulai langka di era modern: alam segar yang murni dan ketenangan yang memulihkan jiwa.

Pagi itu, Minggu (19/7/2026) langit biru bersih memayungi perairan Lhok Bubon yang bening. Angin laut berembus lembut, membawa aroma garam yang khas dan menyegarkan udara di sekitar pesisir. Di bawah permukaan air yang jernih, samar-samar terlihat panorama terumbu karang yang menjadi rumah bagi biota laut kecil—sebuah pemandangan memikat bagi siapa saja yang gemar mengintip keindahan bawah air atau sekadar berjalan di tepiannya.

Pantai ini seperti memiliki ruang untuk semua orang. Di satu sudut, tampak beberapa pengunjung dewasa asyik berjemur di bawah hangatnya mentari pagi, sementara yang lain memilih menyusuri batuan karang di tepian pantai dengan joran pancing di tangan, menunggu keberuntungan menyambar umpan mereka. Di sudut lain, beberapa orang menceburkan diri, menikmati segarnya air laut yang tenang.

Minggu, 05 Juli 2026

Menjemput Damai di Masjid Raya Baiturrahman Teunom: Oase Suci Para Musafir Barat Selatan Aceh

Baiturrahman, teunom, aceh jaya

Bagi siapa saja yang kerap melintasi jalur pantai barat-selatan (Barsela) Aceh, penat adalah teman perjalanan yang tak terbantahkan. Berjam-jam meliuk di antara aspal panjang, debu jalanan, dan hamparan samudra terkadang membuat raga butuh jeda. Namun, begitu memasuki kawasan Aceh Jaya, tepatnya di pusat keramaian Pasar Teunom, sebuah kubah megah berdiri kokoh seolah memanggil bersimpuh.

Itulah Masjid Raya Baiturrahman Teunom, sebuah rumah ibadah yang kini menjelma menjadi oase suci paling dinanti bagi para musafir.

Selasa, 30 Juni 2026

Istana Pasir di Lhok Bubon: Hadiah Ulang Tahun Sederhana untuk Aisyah dan Fatih

Pantai karang, samatiga, aceh barat, laut indah
Deru ombak dari kejauhan selalu punya cara tersendiri untuk memanggil jiwa yang penat. Bagi saya, yang hari-harinya dihabiskan dengan memeras keringat di sawah milik ayah di kawasan Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, suara alam itu adalah sebuah kemewahan. Namun, Kamis siang itu, 18 Juni 2026, deru ombak terasa berbeda. Ia tidak hanya datang sebagai penghibur lelah, melainkan sebagai lagu ucapan selamat ulang tahun yang paling jujur bagi kedua buah hati kami. 

Sabtu, 26 Januari 2019

Menikmati Angin di Pantai Ujong Kareung Meulaboh

Meulaboh sebagai ibukota Aceh Barat memiliki pantai wisata yang tak kalah nenarik dengan daerah lain. Pantai-pantai tersebut diantaranya, Pantai Ujong Kareung, Pantai Batee Puteh, Pantai Suak Ribee, Pantai Suak Timah, Pantai Lhok Bubon, Pantai Suak Panteu Breuh dan juga Pantai Suak Geudeubang. Anda bisa memilih pantai tersebut untuk berekreasi,  melepaskan penat, bahkan mengintip spot terbaik untuk menjepret foto.

Nah, kali ini tuloblang akan membawa Anda untuk mengintip pesona pantai Ujong Kareung Meulaboh. Pantai ini memang berada dalam kawasan kota Meulaboh. Tepatnya di Suak Indrapuri Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Karena terletak di semenanjung yang dihiasi hamparan karang, maka pantai ini disebut Ujong Kareung (Ujung Karang).

Kamis, 27 Desember 2018

Hamparan Pantai Kerikil Unik di Aceh Besar

Menelusuri pantai kerikil di Lampanah, Aceh Besar ternyata tak kalah menariknya dengan pesona pantai kerikil kolbano, NTT. Berjarak sekitar 40 km dari Banda Aceh, pantai ini tergolong masih jarang dikunjungi orang banyak.

Letaknya di lintasan Banda Aceh-Sigli via Krueng Raya. Jalan berliku naik turun pergunungan Bukit Barisan menjadi tantangan saat melewati jalur ini. Namun demikian, pesona alam yang terpampang sejauh mata memandang menjadi pengganti lelah berkendara.

Selasa, 25 Desember 2018

Singgah Sejenak di Museum Tsunami Kota Sigli

Lima ayat dari Al-Quran tertulis indah dengan cat kuning keemasan pada dinding sebelah timur bangunan. Keramik hitam menjadi latar yang terpasang rapi di tembok cekung setinggi 4 meter. Replika bola dunia berwarna kuning keemasan juga tertata rapi dihadapan tembok tersebut.

Ayat 97-98 dari QS. Al-A’raaf itu menceritakan tentang azab yang datang menimpa penduduk bumi. Sementara QS. Al-Baqarah ayat 155-157 memberi kabar tentang ujian yang diberi Allah pada penduduk bumi. Bila mereka berkata “Innalillahi wainna Ilaihi rajiun,” itulah mereka orang yang mendapat petunjuk.

Setidaknya itulah pesan yang luar biasa saat saya pertama kali menginjakkan kaki di museum tsunami Kota Sigli, Kabupaten Pidie pada awal bulan lalu. Museum unik berwarna krem ini berdiri di sebidang tanah segitiga dekat gerbang masuk Pantai Pelangi setelah melewati alun-alun kota. Saya tidak tahu persis bentuk apa desain museum ini, yang pastinya juga menarik layaknya museum tsunami yang ada di Banda Aceh.

Senin, 17 Desember 2018

106 Tangga Menuju Makam Malahayati

Laksamana Malahayati, namanya sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat Aceh, bahkan Indonesia. Selain dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2017 lalu, namanya juga diabadikan sebagai nama Jalan, Pelabuhan, bahkan nama kampus yang bergengsi di Aceh.

Sabtu siang (10/11/2018) bertepatan dengan Hari Pahlawan, saya bersama istri berniat berziarah ke makam Laksamana Mahahayati (Keumala Hayati) di perbukitan Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Setelah menempuh jarak 32 Km dari Banda Aceh, kami tiba di Krueng Raya.

Setelah rehat sejenak di Masjid Miftahul Jannah, kami melanjutkan perjalanan ke makam. Melalui lorong kecil depan pelabuhan, kami masuk mengendarai sepeda motor. Ada palang penunjuk arah disana. Berjarak sekitar 200 meter dari jalan raya.

Jumat, 14 Desember 2018

Miftahul Jannah, Masjid Luas Dengan Satu Tiang Penyangga di Krueng Raya Aceh Besar

Krueng Raya tak hanya terkenal dengan panorama alamnya yang indah, masjid juga menjadi salah satu destinasi yang menarik.

Masjid Miftahul Jannah namanya. Berdiri megah dekat sungai di pusat Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Letaknya pun berseberangan dengan situs sejarah Benteng Iskandar Muda. Hanya dipisah oleh sungai Krueng Raya.

Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 10.30 WIB, cuaca begitu cerah. Terik mentari menyengat kulit. Lalu lalang boat nelayan pulang melaut memecah keheningan. Begitu juga para mugee ikan beramai-ramai mendekati Pusat Pendaratan Ikan (PPI) setempat untuk mendapat ikan segar dan dipasarkan ke seluruh pemukiman warga.

Saya bersama istri yang berangkat dari Banda Aceh, beristirahat sejenak di masjid kubah putih ini. Tujuan utama kami mengunjungi Makam Pahlawan Laksamana Malahayati, yang terletak di bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Kurang lebih 1 km lagi dari rumah mulia ini.

Sabtu, 15 September 2018

Pantai Kerikil Darussalam, Pantai Unik di Aceh Selatan

Berkunjung ke Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan, terasa belum lengkap jika belum sampai ke pantainya. Selain tempat wisata religius Dayah/Pesantren Syaikh Muhammad Waly Al-Khalidi, di kawasan Darussalam juga memiliki pantai unik. Jika pantai pada umumnya bermaterial pasir, seperti pasir putih, pasir hitam, pink, dan lain sebagainya, namun pantai Darussalam ini beralaskan batu kerikir yang menakjubkan.

Batu kerikil yang tedapat di pantai ini bermacam ukuran. Mulai seukuran jari sampai berukuran genggam orang dewasa. Variasi warna pun beragam, ada yang warna gelap, krem, abu-abu, merah hati, putih, dan sebagainya. Pesona hamparan kerikil di pantai ini tak jauh berbeda dengan pantai Kolbano, Kupang, NTT.

Senin, 16 Juli 2018

Indahnya, Seharian di Pasir Putih Terasa Tidak Cukup



Jalan-jalan ke Banda Aceh, rasanya belum lengkap jika tidak menyempatkan diri ke Pasir Putih, Lhok Mee, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Pantai indah ini berada sekitar 36 Km dari pusat kota Banda Aceh. 

Objek wisata ini terbilang unik, pohon-pohon berbagai ukuran tumbuh berjejer di sepanjang pantainya. Akar-akar pohon menjulang bagaikan tombak terpacak di pasir. Rindang saat dipandang. Hempasan ombak seirama membawa ketenangan sembari menikmati secangkir kelapa muda.

Tak jauh dari bibir pantai, disusun batu alam untuk membendung ombak. Tentunya dengan tujuan untuk mencegah abrasi. Selain itu, susunan batu juga menjadi pengaman bagi para pengunjung yang hobi berenang di pantai ini.


Disebut pasir putih ternyata pasirnya memang berwarna putih. Bongkahan karang kecil bertaburan di bibir pantai. Aneka cangkang biota laut pun turut menghiasinya. Nah, permandangan menarik ini jarang ditemukan di pantai-pantai dengan struktur pasir biasa.

 
Menghabiskan waktu seharian di pantai ini terasa begitu singkat. Memancing bebas menjadi pilihan para pengunjung ketika berada dipantai utara Aceh Besar ini. Ikan yang diperoleh pun beragam jenis dan ukuran, ya tergantung rezeki lah. Emmm, pengunjung juga bisa membakar hasil pancingannya di pantai ini. Jika tidak sempat sendiri, pengunjung bisa meminta bantuan pada para pedagang di sepanjang pantai ini, dengan hanya membayar jasa sekedarnya. 


Pantai ini berada sekitar 3 km dari pasar Krueng Raya, Aceh Besar. Dari pelabuhan Malahayati, pengunjung bisa mengikuti jalan besar arah ke Laweung, dengan mendaki beberapa tanjakan bukit Lamreh. Setelah berkendara sekitar 10 menit, pengunjung bisa menjumpai plang selamat datang ke objek wisata Pasir Putih di sisi kiri jalan.

Selasa, 01 Mei 2018

Cara Unik Menikmati Kopi di Meulaboh

kopi, meulaboh, aceh barat, teuku umar, kopi khop, kopi tubruk
Menikmati kopi khop atau kopi tubruk merupakan kebanggaan tersendiri bagi pengunjung warkop Pantai Kenangan, Meulaboh. Rasa kopi khas Aceh ini disajikan dengan cara unik di warkop ini. Yaitu dengan gaya gelas terbalik alias terlungkup. Penasaran soal rasanya???

Nah, memang benar! Ternyata hampir semua pengunjung ke warkop ini berawal dari rasa penasaran soal rasa kopi khas Bumi Teuku Umar itu. Setelah mencicipi pada sedotan pertama, ternyata membuat pengunjung ketagihan. Emmm, benar saja kalau cita rasa kopi Meulaboh sudah begitu dikenal di masyarakat luas. Tak kalah bila dibandingkan dengan kopi Gayo.

Selasa, 20 Februari 2018

Menikmati Keasrian Tahura Pocut Meurah Intan dari Rumah Pohon


tahura, tahura pocut meurah intan, seulawah, wisata aceh, taman hutan kota, aceh besar
Sorak riuh gerombolan monyet terdengar jelas diantara rerimbunan tanaman pinus. Silih berganti sorakan penghuni hutan tersebut memecah kesunyian hutan. Seakan mereka menyampaikan suatu pesan kepada para pengunjung yang menginjakkan kaki di Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan Seulawah.

Pertamanya saya sempat berdiri bulu kuduk. Suaranya berbeda dengan monyet-monyet yang pernah saya temui pinggir jalan Geurute sana. Untung saat itu saya bersama istri, terus memberanikan diri untuk menjelajah spot-spot menarik dalam Tahura ini.

Selasa, 23 Januari 2018

Menikmati Keindahan Pantai Iboih dan Pulau Rubiah Sabang

pantai Iboih, pulau rubiah, sabang, aceh, wisata aceh, pulau weh, beach
SABANG, kedengarannya memang tak asing lagi bagi masyarakat Aceh, Indonesia bahkan Internasional. Pulau kecil yang terletak paling barat Indonesia ini memiliki keindahan alam yang memukau. Diantaranya yaitu keindahan pantai Iboih dan Pulau Rubiah.

Pantai Iboih terletak sebelah barat pulau Sabang. Jalannya berliku, dengan tanjakan dan turunan yang diapit pengunungan. Dari pelabuhan Balohan, pengunjung menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai Pantai Iboih. Pantai bebatuan dengan hamparan Pulau Rubiah dan Samudra Hindia.

Rabu, 13 Desember 2017

Tugu Parasamya Meulaboh Zaman Old dan Zaman Now

tugu parasamya, meulaboh, aceh barat, taman teuku umar, johan pahlawan
Tugu Parasamya dulu, diambil dari buku Sejarah Aceh Barat
Tugu merupakan landmark suatu daerah yang mudah dikenal pengunjung. Maka tak heran jika desain tugu tersebut berbeda-beda di setiap daerah.

Namun dibalik itu semua, pembangunan suatu tugu juga didasari oleh suatu sejarah penting. Dengan adanya tugu atau monumen tersebut, generasi mendatang akan mengenang sejarah yang pernah terjadi di daerahnya.

Begitu juga di Kota Meulaboh, Aceh Barat, ada beberapa tugu penting berdiri kokoh di Bumi Teuku Umar tersebut. Seperti Tugu Parasamya sebagai tugu penghargaan pemerintah pusat atas pencapaian pembangunan daerah, Tugu Pelor di simpang tiga depan DPRK, Tugu Hijriah di taman dekat Masjid Jamik Nurul Huda, tugu kupiah meukeutop di Batee Puteh, sebagai monumen sejarah mengenang syahidnya pahlawan Teuku Umar, dan beberapa tugu lainnya.

Jumat, 14 Juli 2017

Tips Aman Berkunjung ke Ceuraceu Abdya


ceuraceu, air terjun, abdya, wisata aceh, pesona aceh, cahaya aceh, leuse
Jika anda termasuk orang yang suka berpetualang ke alam bebas, maka perlu diperhatikan kondisi wilayah setempat. Meliputi kebutuhan pokok dalam perjalanan, medan yang dilintasi, dan juga adat istiadat setempat. Lokasi wisata yang baru hits dan belum ramai dikunjungi orang, terasa akan lebih menantang untuk mencapainya.

Air terjun Ceuraceu misalnya. Air terjun yang terletak di Gampong Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, Abdya ini baru dua tahun terakhir dibuka untuk umum. Objek wisata ini tergolong masih sangat alami. Belum ada sentuhan apa pun dari pihak pengelola. Emm… Jika anda berniat mengunjunginya, sebaiknya perhatikan beberapa tips berikut:

Jumat, 07 Juli 2017

Ceuraceu, Air Terjun Menakjubkan di Hutan Abdya

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Berwisata ke Abdya terasa belum lengkap sebelum sampai ke air terjun Ceuraceu. Letaknya yang jauh dari pemukiman, air terjun ini masih tergolong objek wisata tersembunyi di kabupaten yang berjulukan "breuh si gupai" itu.

Air terjun Ceuraceu terletak di Gampong Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Untuk menuju lokasi, pengunjung harus berjalan kaki melewati perkebunan warga melalui aliran sungai. Mengikuti warga setempat adalah pilihan terbaik untuk mencapai lokasi air terjun ini.

Pada Kamis (29/6/2017) saya dan dua teman dari Meulaboh serta beberapa teman di Abdya berangkat berpetualang ke sana. Kawan dari Abdya hendak merekam video. Sementara kami dari Meulaboh hanya ingin menikmati keindahan pesona air terjun Ceuraceu secara langsung. Sebelum berangkat ke lokasi, kami sepakat berkumpul di Gampong Krueng Batee di rumah salah seorang teman.

Selasa, 04 Juli 2017

Menilik Wajah Baru Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman, banda aceh, wisata halal, cahaya aceh, serambi mekah, payung elektrik, banda aceh
Subhanallah. Takjub!!!
Terlihat tak pernah reda pengunjung mendatangi Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Destinasi wisata halal unggulan di bumi Serambi Mekkah.

"Belum sampai ke Banda Aceh kalau belum ke Masjid Raya." Kalimat itu seakan dibumingkan kembali di kalangan wisatawan yang datang ke Banda Aceh. Ditambah dengan kemegahan payung elektrik, rasa penasaran pun semakin bertambah.

Setelah payung elektrik bercorak khas Masjid Nabawi, Madinah ini selesai dibangun di Nanggroe Aceh. Diikuti dengan peresmian oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Mei 2017 lalu dan dibuka untuk umum. Foto dan vlog di media sosial tentang wajah baru masjid kebanggaan masyarakat Aceh semakin meningkat. Berbagai angle fotografi diabadikan netizen. Berbagai tanggapan pun bermunculan di setiap postingan.

Minggu, 02 Juli 2017

Air Terjun Suhom, Wahana Rekreasi di Aceh Besar

suhom, air terjun, aceh besar, wisata aceh
SAYUP angin sepoi-sepoi mulai terasa saat berada di pintu masuk. Gemuruh air terjun jatuh menghantam batu seakan memanggil pengunjung untuk ikut terjun menikmati kesegaran air terjun Suhom di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar ini.

Air hijau tosca. Dikelilingi bebatuan besar dengan berbagai ukuran. Deretan pedagang menambah keramaian suasana. Deretan jasa rental pelampung pun menghiasi objek wisata ini. Lumayan ramai pengunjung yang memanfaatkan jasa rental pelampung ini, berhubung masih dalam suasana Idul Fitri 1438 H.

Diatas  tebing nampak satu bangunan mungil, dengan ukuran sekitar 2x3 meter. Menurut keterangan warga, bangunan tersebut adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mini. Pembangkit ini hanya bisa menyuplai arus di desa terdekat saja.

Jumat, 30 Juni 2017

Puncak Gemilang, Landmark Tapaktuan yang Lagi Hits


Puncak gemilang, tapaktuan, aceh selatan, lhok bengkuang, wisata aceh
Jangan ngaku anak Aceh Selatan jika belum ke tempat ini… Maka oleh karena itu saya menyempatkan untuk pertama kali meski malas untuk ber-alay-alay. Puncak Gemilang, Tapaktuan.” Begitulah caption singkat pada sebuah foto yang diunggah Hafeez di akun instagramnya.
 
Hafeez mengaku memang belum pernah mengunjungi Puncak Gemilang yang terletak di Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan ini, walaupun ia warga setempat. Begitu pun dengan kami yang datang dari Meulaboh dan Banda Aceh.

Sabtu, 10 Juni 2017

Pesona Suak Nie yang Jarang Diketahui Orang Banyak

Pantai suak nie, meulaboh
SUAK NIE, kedengarannya memang asing di telinga. Tak banyak orang yang mengetahui persis tentang desa tersebut. Selain karena penduduknya yang sedikit, kurang publikasi di media juga menjadi faktor ketidaktahuan masyarakat luas tentang desa ini.

Letaknya di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Sekitar 5 KM dari pusat kota Meulaboh, arah ke Banda Aceh.

Suak Nie merupakan desa di ujung Kecamatan Johan Pahlawan, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Samatiga di sebelah Utara. Sebelah Selatan dengan Desa Leuhan, Sebelah Timur dengan Desa Suak Raya, dan sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia.

Walaupun Suak Nie berpenduduk sedikit, namun desa yang berlahan gambut tersebut menyimpan pesona alam yang tak kalah menariknya dengan destinasi-destinasi lain yang terkenal. Diantaranya: