Tampilkan postingan dengan label aceh besar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aceh besar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Desember 2018

Hamparan Pantai Kerikil Unik di Aceh Besar

Menelusuri pantai kerikil di Lampanah, Aceh Besar ternyata tak kalah menariknya dengan pesona pantai kerikil kolbano, NTT. Berjarak sekitar 40 km dari Banda Aceh, pantai ini tergolong masih jarang dikunjungi orang banyak.

Letaknya di lintasan Banda Aceh-Sigli via Krueng Raya. Jalan berliku naik turun pergunungan Bukit Barisan menjadi tantangan saat melewati jalur ini. Namun demikian, pesona alam yang terpampang sejauh mata memandang menjadi pengganti lelah berkendara.

Senin, 17 Desember 2018

106 Tangga Menuju Makam Malahayati

Laksamana Malahayati, namanya sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat Aceh, bahkan Indonesia. Selain dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2017 lalu, namanya juga diabadikan sebagai nama Jalan, Pelabuhan, bahkan nama kampus yang bergengsi di Aceh.

Sabtu siang (10/11/2018) bertepatan dengan Hari Pahlawan, saya bersama istri berniat berziarah ke makam Laksamana Mahahayati (Keumala Hayati) di perbukitan Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Setelah menempuh jarak 32 Km dari Banda Aceh, kami tiba di Krueng Raya.

Setelah rehat sejenak di Masjid Miftahul Jannah, kami melanjutkan perjalanan ke makam. Melalui lorong kecil depan pelabuhan, kami masuk mengendarai sepeda motor. Ada palang penunjuk arah disana. Berjarak sekitar 200 meter dari jalan raya.

Jumat, 14 Desember 2018

Miftahul Jannah, Masjid Luas Dengan Satu Tiang Penyangga di Krueng Raya Aceh Besar

Krueng Raya tak hanya terkenal dengan panorama alamnya yang indah, masjid juga menjadi salah satu destinasi yang menarik.

Masjid Miftahul Jannah namanya. Berdiri megah dekat sungai di pusat Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Letaknya pun berseberangan dengan situs sejarah Benteng Iskandar Muda. Hanya dipisah oleh sungai Krueng Raya.

Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 10.30 WIB, cuaca begitu cerah. Terik mentari menyengat kulit. Lalu lalang boat nelayan pulang melaut memecah keheningan. Begitu juga para mugee ikan beramai-ramai mendekati Pusat Pendaratan Ikan (PPI) setempat untuk mendapat ikan segar dan dipasarkan ke seluruh pemukiman warga.

Saya bersama istri yang berangkat dari Banda Aceh, beristirahat sejenak di masjid kubah putih ini. Tujuan utama kami mengunjungi Makam Pahlawan Laksamana Malahayati, yang terletak di bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Kurang lebih 1 km lagi dari rumah mulia ini.

Kamis, 22 Februari 2018

Baitul Muttaqin, Masjid yang Banyak Disinggahi Pengunjung di Lembah Seulawah

traveling, masjid saree, masjid baitul muttaqin, seulawah, aceh besar, wisata aceh, wisata halal
Berjalan menelusuri lika-liku pengunungan Seulawah, begitu banyak permandangan indah menyambut para pengguna jalan. Mulai dari keindahan perbukitan, pepohonan pinus yang rindang, perkebunan warga yang subur memukau, hingga aneka satwa  yang turun bermain di jalan.

Setelah separuh perjalanan mengarungi pengunungan ternama di Aceh itu, kami tiba di Saree. Kawasan ini merupakan salah satu pasar produksi makanan khas Aceh. Pemukiman paling ujung Aceh Besar ini dikenal dengan sentra produksi keripik dan tape ubi.

Selasa, 20 Februari 2018

Menikmati Keasrian Tahura Pocut Meurah Intan dari Rumah Pohon


tahura, tahura pocut meurah intan, seulawah, wisata aceh, taman hutan kota, aceh besar
Sorak riuh gerombolan monyet terdengar jelas diantara rerimbunan tanaman pinus. Silih berganti sorakan penghuni hutan tersebut memecah kesunyian hutan. Seakan mereka menyampaikan suatu pesan kepada para pengunjung yang menginjakkan kaki di Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan Seulawah.

Pertamanya saya sempat berdiri bulu kuduk. Suaranya berbeda dengan monyet-monyet yang pernah saya temui pinggir jalan Geurute sana. Untung saat itu saya bersama istri, terus memberanikan diri untuk menjelajah spot-spot menarik dalam Tahura ini.

Rabu, 05 Februari 2014

Terapi Kesehatan di Ie Seuum


Pemandangan objek wisata Ie Seum dari atas gunung
Beraktivitas setiap hari kadang membuat tubuh terasa kaku dan lelah. Alam terbuka dengan permandangan sejuk bisa dijadikan sebagai obat. Seperti di permandian Ie Seuum, Krueng Raya, Aceh Besar.

Sesuai dengan namanya, di sini memang terdapat air panas yang keluar dari celah gunung Seulawah. Menurut warga setempat, gunung tersebut merupakan gunung api yang aktif. Dari dahulu kala, ie seuum atau air panas memang sudah terdapat di desa ini. Makanya desa tersebut dinamakan Desa Ie Seuum.

Berjarak sekitar 35 km dari Banda Aceh, tempat wisata yang langka tersebut mengundang pengunjung ramai-ramai berdatangan. Tak hanya dari dalam daerah, turis mancanegara pun turut meramaikan objek wisata permandian air panas ini.