Tampilkan postingan dengan label aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aceh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Desember 2018

Singgah Sejenak di Museum Tsunami Kota Sigli

Lima ayat dari Al-Quran tertulis indah dengan cat kuning keemasan pada dinding sebelah timur bangunan. Keramik hitam menjadi latar yang terpasang rapi di tembok cekung setinggi 4 meter. Replika bola dunia berwarna kuning keemasan juga tertata rapi dihadapan tembok tersebut.

Ayat 97-98 dari QS. Al-A’raaf itu menceritakan tentang azab yang datang menimpa penduduk bumi. Sementara QS. Al-Baqarah ayat 155-157 memberi kabar tentang ujian yang diberi Allah pada penduduk bumi. Bila mereka berkata “Innalillahi wainna Ilaihi rajiun,” itulah mereka orang yang mendapat petunjuk.

Setidaknya itulah pesan yang luar biasa saat saya pertama kali menginjakkan kaki di museum tsunami Kota Sigli, Kabupaten Pidie pada awal bulan lalu. Museum unik berwarna krem ini berdiri di sebidang tanah segitiga dekat gerbang masuk Pantai Pelangi setelah melewati alun-alun kota. Saya tidak tahu persis bentuk apa desain museum ini, yang pastinya juga menarik layaknya museum tsunami yang ada di Banda Aceh.

Minggu, 16 September 2018

Dahsyat, Tsunami Hempas Kapal 2600 Ton ke Permukiman Banda Aceh

Melihat sebuah kapal besar berada ditengah pemukiman padat penduduk tentu membuat kita tercengang. Disamping itu kita pasti bertanya-tanya, kok bisa?

Tentu bisa! Tidak ada yang mustahil jika Sang Pencipta berkehendak. Dalam sekejap sebuah daerah berubah total . Ya seperti di Kota Banda Aceh ini, sebuah kapal besar milik PLTD Apung mendarat di permukiman warga sejak 2004 silam.

Ingatkah kita peristiwa apa yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu? Tentu! Gelombang dahsyat menerjang bumi Serambi Mekah ini. Meluluhlantakkan seluruh isi kota para raja. Menjemput ribuan para syuhada menghadap Sang Pencipta. Orang Aceh mengenalnya Ie Beuna, orang Sinabang menyebutnya Smoong, sementara orang Jepang menamainya tsunami.

Selasa, 20 Februari 2018

Menikmati Keasrian Tahura Pocut Meurah Intan dari Rumah Pohon


tahura, tahura pocut meurah intan, seulawah, wisata aceh, taman hutan kota, aceh besar
Sorak riuh gerombolan monyet terdengar jelas diantara rerimbunan tanaman pinus. Silih berganti sorakan penghuni hutan tersebut memecah kesunyian hutan. Seakan mereka menyampaikan suatu pesan kepada para pengunjung yang menginjakkan kaki di Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan Seulawah.

Pertamanya saya sempat berdiri bulu kuduk. Suaranya berbeda dengan monyet-monyet yang pernah saya temui pinggir jalan Geurute sana. Untung saat itu saya bersama istri, terus memberanikan diri untuk menjelajah spot-spot menarik dalam Tahura ini.

Rabu, 06 Desember 2017

Kilas Sejarah Dikee Maulid Suak Nie

dikee, dike maulid, budaya aceh, maulid nabi muhammad, suak nie
Asshalaatu 'alannabi
Wassalaamu 'alarrasul
As-syafii 'il abthahi
Walhabii bul 'arabi...

Lantunan shalawat memecah keheningan malam. Bait demi bait sirah nabi dari kitab barzanji dibacakan serentak oleh jamaah dikee. Secara bergantian, syahi dan anggota mengagungkan sang Nabi. Ayunan badan diiringi gelengan kepala serentak menambah kekompakan group. Semua yang hadir begitu energik membawakan beragam variasi irama.

Anggota dikee duduk berbaris dengan posisi berhadapan. Sebelah timur diatur barisan anak-anak diantara apitan dua tiang penyangga masjid. Sementara disebelah kiblat, duduk barisan syahi. Posisinya tepat di hadapan mimbar warna coklat muda.

Minggu, 02 Juli 2017

Air Terjun Suhom, Wahana Rekreasi di Aceh Besar

suhom, air terjun, aceh besar, wisata aceh
SAYUP angin sepoi-sepoi mulai terasa saat berada di pintu masuk. Gemuruh air terjun jatuh menghantam batu seakan memanggil pengunjung untuk ikut terjun menikmati kesegaran air terjun Suhom di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar ini.

Air hijau tosca. Dikelilingi bebatuan besar dengan berbagai ukuran. Deretan pedagang menambah keramaian suasana. Deretan jasa rental pelampung pun menghiasi objek wisata ini. Lumayan ramai pengunjung yang memanfaatkan jasa rental pelampung ini, berhubung masih dalam suasana Idul Fitri 1438 H.

Diatas  tebing nampak satu bangunan mungil, dengan ukuran sekitar 2x3 meter. Menurut keterangan warga, bangunan tersebut adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mini. Pembangkit ini hanya bisa menyuplai arus di desa terdekat saja.

Selasa, 09 Agustus 2016

Indahnya Panorama Lintas Barat Aceh


Mengabadikan perjalan merupakan kebiasaan yang tak sulit ditinggalkan oleh seorang yang hobi jalan-jalan. Termasuk ketika dalam perjalanan, momen tersebut terus terekam di memorinya. Baik memori kamera maupun memori ingatannya. Kawan-kawan pasti pernah melakukan hal tersebut kan? :-)

Bila kawan-kawan bepergian menggunakan kendaraan pribadi, sempatkanlah diri untuk singgah ditempat-tempat menarik. Luangkan waktu sekejap untuk me-reflesh pikiran. Nah, ingat kawan, perjalanan jalan terlalu diburu-buru. Ingat pepatah, “biar lambat asal selamat.” Jadi, abadikan momen sepuas kawan-kawan saat dalam perjalanan. Berjalan kemana pun, harus ada bawa oleh-oleh, walaupun hanya sebuah foto selfie. Hehe

Sabtu, 30 Agustus 2014

Melihat Spider di Tahura Pocut Meurah Intan

tahura pocut meurah intan
Pertama melangkahkan kaki ke Tahura Pocut Merah Intan, pandangan saya langsung tertuju kepada seekor laba-laba yang membangun sarang di dekat pintu masuk. Rupanya, ia tak sendirian menanti tamu di kawasan ini. Ada ratusan bahkan ribuan laba-laba yang bersarang di antara pepohonan dalam kawasan Tahura Seulawah ini.

Jaring-jaring bergantung hampir di semua sudut kawasan Tahura Pocut Meurah Intan. Pemilik jaring berdiam di tengah-tengah jaring menunggu ada mangsa yang terperangkap. Greeettttttt… Seekor capung terperangkap. Spider sang pemilik sarang dengan cepat menaklukkannya. Kejam memang. Namun inilah cara para laba-laba bertahan hidup.

Selasa, 26 Agustus 2014

Masjid Raudhaturrahman Padang Tiji

masjid padang tiji
Unik dan menarik. Itulah kesan pertama saat melihat Masjid Raudhaturrahman Padang Tiji, Pidie, Aceh. Masjid yang memiliki satu kubah besar ini terkesan seperti "tempurung raksasa". Letaknya di lintasan Banda Aceh-Medan, arah sebelah kanan jika berangkat dari Banda Aceh.

Masjid ini banyak digunakan para pengguna jalan sebagai tempat istirahat ketika sampai waktu salat dan saat lelah berkendara. Selain tempatnya yang strategis di pinggir jalan raya, masjid ini juga memiliki halaman yang luas untuk tempat parkir kendaraan.

Kamis, 01 Mei 2014

Kebun Binatang Mini di Taman Rusa

Patung rusa
Taman Rusa. Kedengarannya memang tak asing lagi bagi warga Banda Aceh dan Aceh Besar. Namun, bagi tamu dari luar kota, tempat ini merupakan salah satu objek wisata alam yang patut dikunjungi. Selain terdapat beberapa ekor rusa, di taman ini juga terdapat kebun binatang mini.

Terletak di Desa Lam Tanjong, Sibreh, Aceh Besar. Sekitar 30 menit perjalanan dari Banda Aceh. Tempat ini terletak di kaki pengunungan Bukit Barisan yang jauh dari deru kendaraan dan kebisingan kota. Untuk mengunjungi tempat ini, pengunjung harus membeli karcis 10.000 rupiah untuk orang dewasa pada hari sabtu, minggu dan hari libur, dan lima ribu untuk anak-anak. Sedangkan pada hari kerja, pengunjung cukup membayar 5000 rupiah saja.

Minggu, 07 April 2013

Rahasia Sapi Gemuk

Suatu hari, mentri pertanian mengunjungi peternak sapi di desaku. Ia ingin melihat sapi-sapi peliharaan warga. Mentri mengunjungi satu persatu peternak, termasuk Bang Basyah. Setiba di tempat Bang Basyah, Pak Mentri kaget melihat sapi Bang Basyah yang sangat gemuk-gemuk.

“Subhanallah... ini sapi Bapak? Tanya Pak Mentri.

Jumat, 03 Juni 2011

Lonceng Cakra Donya

Lonceng cakra donyaLonceng ini terletak di depan Rumoh Aceh dan persis di pinggir Krueng Daroy, Banda Aceh. Cakra Donya adalah lonceng yang berupa mahkota besi berbentuk stupa buatan Cina 1409 M dengan tinggi 125 cm dan lebar 75 cm. Cakra Donya diambil dari nama sebuah kapal Sultan Iskandar Muda (1607-1636), yang bertempur melawan Potugis di Malaka.


Sejak tahun 1915 M Lonceng Cakra Donya dipindahkan ke Museum Aceh dan ditempatkan dalam kubah tersebut.