Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 November 2014

Laut Lhok Kruet Nampak Terpisah

laut Terpisah
Beberapa waktu lalu, setelah hujan deras mengguyur, laut kawasan terlihat aneh bin ajaib. Permukaan laut nampak terpisah seperti dua laut yang berdampingan seperti pertemuan antara Samudra Atlantik dan Mediterania yang tidak bercampur satu dengan yang lain.  Salah satu samudera merupakan air tawar dan yang satunya merupakan air asin.

Jaques Yves Cousteau merupakan orang yang pertama menemukan laut yang terpisah seperti berdinding ini. Ia adalah seorang Oceanografer berkebangsaan Prancis. Penelitian ini dilakukannya ketika melakukan eksplorasi di bawah laut Atlantik dan Mediterania. Menakjubkan, ia menemui kumpulan mata air tawar yang tidak bercampur dengan air laut.

Senin, 20 Oktober 2014

Manfaat Jambu Biji Untuk Kesehatan

jambu biji
Jika anda tinggal di pedesaan, buah ini memang tak asing lagi. Namun tak hanya di pedesaan, di kalangan penduduk kota tanaman jambu biji juga sudah banyak dibudidayakan dalam pot. Selain mudah ditanam dan dirawat, tanaman ini juga memiliki khasiat untuk kesehatan. Semua bagian dari tanaman ini bisa dijadikan obat. Mulai dari buahnya, daunnya, bahkan akarnya. Dan satu lagi, batangnya pun bias dijadikan tiang ataupun kayu bakar.

Senin, 09 Desember 2013

Berkenalan dengan Jazz

Ketika pertama kali saya mendengar kolaborasi tari Saman dengan musik jazz, saya jadi penasaran. Bagaimana konsepnya untuk menyatukan dua aliran seni yang berbeda ini. Untuk menghilangkan rasa penasaran, saya sempatkan diri untuk hadir ke pagelaran seni tersebut. Event yang diselenggarakan Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Gayo Lues (Hipemagas) di AAC Dayan Dawood ini, membuat saya semakin penasaran tentang musik jazz, terlebih ketika dikolaborasi dengan Saman Gayo.

Tari Saman dari negeri seribu bukit ini sudah lama saya kenal. Banyak penampilan Saman di Banda Aceh yang saya saksikan. Namun, musik jazz yang berasal dari Amerika itu baru kali ini saya melihat langsung. Personil Farabi mampu memukau saya dan ratusan penonton yang hadir di AAC Dayan Dawood, Sabtu (7/12).

Minggu, 10 November 2013

Tak harus EYD, tapi EYED



Menulis itu sebenarnya sangat mudah. Tidak perlu menunggu suatu kejadian yang menarik untuk ditulis. Semua bisa jadi tulisan, asalkan mau menulisnya.
 
Di era yang serba modern ini, menulis dan mempublikasikan sebuah tulisan sangatlah gampang. Banyak media yang bisa digunakan. Seperti jejaring sosial (Facebook, Twitter, dll) dan juga bisa melalui blog. 

Bagi penulis yang sudah mahir, mereka dapat mempublikasikan tulisannya melalui media massa terkenal, seperti surat kabar, majalah, dan portal berita maupun website tertentu. Namun, bagi kita yang penulis pemula jangan khawatir. Kita juga bisa mempublikasikan karya pribadi agar dibaca orang banyak. Mulai dari kenalan, teman dekat, maupun orang yang belum kita kenal. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan memuat tulisan tersebut di blog.

Menurut Makmur Dimila, pemenang lomba blog Nasional yang diselenggarakan oleh Venom, di Radhida Cafe, Sabtu (9/11), blog merupakan diari pribadi dalam bentuk digital. Kalau dulu hanya di kertas, dan hanya dapat dibaca oleh penulisnya, namun diari sekarang dalam bentuk digital dan dapat dibaca oleh semua orang.

Kalau dilihat dari definisi, blog berasal dari Kata Web dan Log (WEBLOG) yang berarti catatan online (yang berada di web). Pengertian yang lebih lengkap, blog adalah situs web yang berisi tulisan, artikel atau informasi bermanfaat yang diupdate (diperbaharui) secara teratur dan dapat diakses secara online baik untuk umum maupun pribadi (http://cara-buat-blog-di.blogspot.com/2011/01/pengertian-blog.html).

Dalam pertemuan rutin komunitas SidomBlogger itu, Makmur Dimila mengatakan bahwa menulis di blog tidak harus selalu menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), namun kita bisa menulisnya dengan bahasa yang mudah dibaca (ease reading).
 
Makmur memberi konsep baru mengenai ease reading tersebut. Blogger Aceh ini memberi istilah dengan Ejaan Yang Enak Dibaca (EYED). Kemudian, ia juga memberi beberapa trik dan tips agar tulisan mudah dibaca. Pertama, kalimat harus terdiri dari subjek dan predikat (SP), kedua, hindari penggunaan kata “yang” terlalu banyak, ketiga, hindari kesalahan karakter, dan yang keempat, baca nyaring-nyaring tulisan tersebut setelah ditulis.

Nah, itu lah trik yang diberikan oleh Makmur Dimila, seorang Blogger Aceh. Semoga kita dapat memajukan Aceh dengan blog.[]

Sabtu, 26 Oktober 2013

Ada Besi Tua di UIN Ar-Raniry



Bus yang telah dijadikan besi tua (Dok. Me)

Sedikit terasa angker ketika menghampiri sebuat bus bantuan Jepang tersebut. Seakan ada kehidupan lain disana. 

Suasana sepi, tiga bus tua terparkir di belakang kampus biru. Sekitar 50 meter dari Fakultas Adab UIN Ar-Raniry. Tiga bus operasional kampus itu berada di area tumpukan besi tua yang siap ditimbang kilo. Saya berpikir kenapa tak sekarang saja ditimbang kilo, sebelum badan bus habis dimakan karat.

Tapi kalau sayang juga jika dihilangkan jejak dari pandangan kita. “Biarkan saja bus ini jadi besi tua disini, kan bisa jadi sejarah,” batin saya.  Siapa saja yang melihatnya, akan mengetahui bahwa UIN Ar-Raniry dulu punya bus operasional, salah satunya adalah bus bantuan Jepang.

Di sisi lain, di area kumpulan bus dan besi tua itu sangat cocok bila dijadikan lokasi syuting bagi mahasiswa yang membuat film horor. Apalagi di malam hari, pasti terlihat lebih angker...

Salah satu bus bekas UIN Ar-Raniry (Dok. Me)

Rabu, 23 Oktober 2013

Catur, Hiburankah?

Bermain catur ketika listrik padam (Dok. Me)
Catur merupakan suatu permainan modern yang berkembang dan telah menjadi budaya bagi masyarakat kita. Di Indonesia, khususnya Aceh, permainan internasional ini dimainkan oleh semua lapisan masyarakat. Hampir semua warong kopi (warkop), menyediakan permainan tersebut.

Permainan yang konon bermula dari India ini, telah berhasil mempengaruhi pola pikir masyarakat Aceh. Banyak diantara masyarakat kita yang lalai dan sibuk memikirkan strategi penyerangan di atas papan catur. Yang lebih sayang lagi, mereka para "penggila" catur menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan misi diatas papan segi empat tersebut. Bahkan mereka lupa akan tugas yang semestinya mereka lakukan.

memang sayang jika dihitung-hitung, berapa banyak waktu yang terbuang percuma untuk menyelamatkan "sang raja" dari serangan musuh di warkop. Padahal jika ia beraktivitas, sudah berapa banyak pekerjaan yang terselesaikan. Namun, inilah permainan, yang mampu menglalaikan semua orang.

Tapi ada juga masyarakat kita bilang, bermain catur itu hanya sekedar menghilangkan stres, melepaskan jenuh, dan hanya untuk hiburan. Alasan demikian masih masuk akal, namun tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam juga di meja catur kan?



Sabtu, 12 Oktober 2013

Idul Adha di Mata Anak Rantau



IDUL ADHA, SELAMAT HARI RAYA, WALLPAPER LEBARAN
“Hari ini kita nggak kuliah, kawan-kawan udah pulang kampung semua,” seorang kawan unitku mengirim pesan singkat untukku. Saya maklum saja, tiga hari lagi akan lebaran Idul adha, mereka semua berniat salat Ied bersama orang tuanya.
Memang saya sendiri merasakan, betapa sedihnya jika salat Ied di kampung orang. Tak ada tempat yang bisa kita kunjungi di hari yang spesial itu. Walaupun raut wajah kelihatan gembira, namun di hati tetap ada rasa rindu tuk mencium tangan ibu dan ayah.

Kamis, 05 Mei 2011

Penggembala

Foto Google


Di sebuah pos jaga, Nurdin dan Bang Basyah duduk bersama sambil memperhatikan orang-orang yang lewat di jalan raya. Mereka menceritakan keadaan-keadaan baru yang terjadi sekarang ini. Di sela-sela pembicaraan, Nurdin bertanya kepada bang Basyah tentang orang yang tidak jujur. Sambil menikmati secangkir kopi, bang Basyah menjawab pertanyaan Nurdin. “Begini Din, ini ada sebuah kisah tentang orang yang tidak jujur dan asyik mempemainkan orang.” “Begini ceritanya,” bang Basyah mulai bercerita.

Di padang rumput yang luas, seorang anak penggembala asyik bermain-main dengan domba yang  sedang merumput. Setiap hari ia pergi ke tempat ini untuk menggembalakan sekawan dombanya. Suatu hari, anak penggembala itu merasa bosan, sehingga ia memutuskan untuk mempermainkan penduduk kampung. Kemudian ia berteriak, "Tolong, ada serigala!"

Penduduk kampung mendengar teriakan itu. Mereka bergegas keluar untuk menolong anak penggembala itu. Ketika mereka sampai di sana, mereka bertanya, "Mana serigalanya?"

Senin, 25 April 2011

Basyah dan Pohon Apel


Foto Google

Pada zaman dahulu ada sebatang pohon apel yang sangat besar. Seorang anak laki-laki bernama Basyah sangat senang bermain dengannya. Tiap hari Basyah datang ke pohon tersebut. Ia makan buah apel, naik ke atas pohon dan bahkan ia tertidur dalam keteduhannya. Basyah sangat mencintai pohon apel dan begitu juga sebaliknya, pohon itu sangat senang bermain dengannya. Hari terus berlalu, anak laki-laki itu telah menjadi besar. Ia telah jarang bermain dengan pohon apel itu.

Suatu hari, Basyah datang menemui pohon itu dengan wajah yang sedih. "Kemarilah, ayo bermain denganku," kata pohon apel kepadanya. "Aku bukan lagi anak-anak, aku tidak mau lagi bermain dengan pohon," jawab Basyah.
"Aku menginginkan mainan, dan aku perlu uang untuk membelinya," tambahnya.

"Tapi aku tak punya uang, kamu dapat memetik semua apel yang ada padaku dan menjual semuanya. Maka kamu akan mendapatkan uang." Kata pohon apel.

Minggu, 20 Maret 2011

Benteng

Alkisah, di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda yang alim. Ia lebih dikenal dengan nama Barshisha. Sudah dua ratus tahun ia hidup, namun ia tidak pernah berbuat maksiat walaupun sekejap. Dengan ibadah dan kealimannya, sembilan ribu muridnya bisa berjalan di atas bumi melalui udara. Sampai-sampai para malaikat kagum terhadap hamba yang satu ini.

Suatu hari iblis datang ke biara Bashisha dengan menyamar sebagai seorang yang alim, dengan mengenakan kain zuhudnya berupa kain tenun.

"Siapa engkau ini, dan apa maumu?" Tanya Barshisha.

"Aku adalah hamba Allah yang datang untuk menolongmu, dalam rangka beribadah kepada Allah," jawab Iblis.

Dengan hati yang tegar Barshisha berkata, "Barangsiapa yang ingin beribadah kepada Allah maka cukuplah Allah sendiri yang menolongnya dan bukan engkau."

Kamis, 17 Maret 2011

Korek Api

Fotobucket.com
Pagi Minggu, Apa Banta disuruh ibunya pergi ke sawah. Ia ditugaskan untuk melihat burung-burung agar tidak mendarat dan makan padinya. Apa Banta menuruti perintah ibunya, ia pergi ke rangkangnya dengan membawa seplastik pisang goreng. Sambil menjaga padi ia menikmati pisang gorengnya.

Dari jauh dilihatnya sosok seseorang yang datang ke rangkangnya. Ia tidak lain adalah kakeknya yang akan menemani Apa Banta di sawah. Ia terus mendekat dan kemudian singgah di rangkangnya. Apa Banta memberi pisang goreng untuk kakeknya. “Sambil paroh tulo, kakek akan menceritakan kepadamu tentang seorang pemimpin yang adil dalam mempergunakan harta rakyatnya. Apakah engkau akan mendengarnya?” Tanya kakek kepada Apa Banta.

“O… boleh, boleh, boleh. Saya sangat senang mendengarnya Kek,” jawab Banta,  cucunya. Kakek pun mulai bercerita dan Apa Banta menyimak dengan baik cerita kakeknya.

Garis Lurus



pensil, garis lurus
Pada suatu pagi di sebuah kedai kopi, Udin duduk sendirian sambil meneguk segelas kopi dan menikmati sepotong kue. Ia mendengar orang-orang di sampingnya asyik membicarakan masalah pilkada yang akan berlangsung bulan depan. Mereka mempertanyakan, siapakah yang pantas jadi pemimpin? Seorang di antara mereka mengatakan bahwa pemimpin itu harus jujur dan adil. Udin yang baru tahun ini memiliki hak pilih, ia masih bingung dalam menentukan pilihannya. Ia masih bertanya-tanya, seperti apakah pemimpin yang jujur dan adil itu?

Pada suatu malam di dayah pengajian, Udin bertanya kepada Teungku Lot. "Teungku, pemimpin yang jujur dan adil itu seperti apa? Saya masih bingung menentukannya, karena sekarang semuanya mengaku adil, tapi kenyataannya 'han sapeu pih', mereka semua lebih memilih jabatan belaka, sementara rakyatnya ditelantarkan."

Usaha

Di sebuah daerah di sudut kota, ada seorang pemuda pincang yang tinggal di kolong jembatan. Setiap pagi, pemuda ini pergi mencari isi perut. Ia mengemis pada orang-orang di sekitarnya. Walaupun ada yang memberi dan ada juga yang menolaknya, namun ia tetap berusaha demi nafkah hidupnya.

Suatu hari, seperti biasa pemuda ini menjalankan profesinya sebagai pengemis. Tapi hingga siang hari, tak ada sekeping koin pun yang ia dapatkan. Pemuda ini tidak putus asa, ia terus berusaha. Lalu, si pemuda pergi ke sebuah rumah orang kaya yang dermawan. Kemudian ia meminta-minta di rumah itu.

Sang dermawan selaku pemilik rumah ini mengatakan padanya, "Saya akan memberikan sesuatu untukmu wahai pemuda. Tapi sebelumnya engkau harus memindahkan dulu batu-batu  yang di belakang rumah, dan bawa ke depan!"

Salah Cara

Alkisah, sekitar seribu dua ratus tahun yang lalu, ada dua tetangga hidup rukun dan damai di dalam perkampungan yang besar. Satu Islam dan satunya lagi Kristen. Mereka sering bersua, bantu membantu, dan saling bertukar pendapat. Dalam setiap kesempatan, si Muslim senantiasa mengunggulkan agamanya. Ia mengajak tetangganya untuk memeluk islam.  Usahanya berhasil.

Suatu hari, saat malam semakin larut dan fajar merambati ufuk, si Muallaf mendengar suara gedoran pintu. Tergeragap, dan dia bertanya, "Siapa disana?"

Dari balik pintu terdengar suara, "Saya fulan bin fulan, tetanggamu."

"Apa yang kamu inginkan saat malam larut ini?"

"Cepat kenakan pakaianmu dan ambil wudhu', kita harus ke masjid bersama-sama."

Si Muallaf mengambil wudhu' dan mereka pergi ke masjid bersama-sama. Di masjid, ia mengikuti semua yang disarankan oleh rekannya yang muslim ini. Ia shalat sunat menjelang subuh, berniat puasa sunat sebelum azan berkumandang dan membaca wirid setelah shalat subuh.

Jumat, 21 Januari 2011

Lapar


PADA  pagi yang cerah, seekor rubah (binatang sejenis anjing yang biasanya main di air) keluar dari tempat kediamannya untuk mencari makanan. Ia berjalan mengelilingi sepanjang jalan di desa. Lalu ia melihat sebuah kebun anggur yang lebat buahnya. Ia berniat masuk ke dalam kebun itu. Tapi bagaimana caranya, sebab kebun itu dikelilingi dengan pagar tembok. Si Rubah berusaha memanjatnya, tapi hasilnya sia-sia, karena tembok ini terlalu tinggi.

Lalu si Rubah berjalan mengelilingi tembok itu, sehingga pada salah satu bagian pagar ia menemukan sebuah lubang. "Nah, inilah jalan masuknya," pikir si Rubah. Ia mencoba masuk melalui lubang itu, tetapi ia tidak langsung dapat masuk, karena badannya terlalu gemuk.

Kamis, 20 Januari 2011

Petunjuk dari Kairo

Alkisah, ada seorang petani miskin tinggal di sebuah desa yang jauh dari kota. Dia tinggal di sebuah gubuk reyot di belakang masjid. Setiap hari ia bekerja banting tulang demi memenuhi nafkah hidupnya. Pada suatu malam ia bermimpi, bahwa ia akan kaya bila pergi ke Kairo, Mesir. Di sana ia akan mendapatkan harta karun yang banyak sehingga menjadi kaya raya. Saat terbangun di paginya, ia terus berfikir akan kebenaran mimpinya. Ia mempertimbangkan dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke kota Kairo.

Keesokan harinya, ia melakukan perjalanan menuju Kairo. Berhari-hari ia harus berjalan kaki, bahkan sekali-kali ia meminta tumpangan pada bus-bus yang lewat. Sampai ke pelabuhan, ia menumpangi sebuah kapal yang hendak berlayar ke Kairo. Tak jarang ia bertanya kepada orang-orang yang dijumpainya, dimana kota Kairo yang ada di mimpinya itu.

Setelah beberapa hari dalam perjalanan, akhirnya sampai juga di kota tujuannya. Karena sudah malam, laki-laki ini sempat linglung, tidak tahu hendak pergi kemana. Akhirnya ia pergi ke sebuah masjid, dia shalat dua rakaat dan beristirahat di dalamnya.