Memotret objek secara makro atau bokeh tidak mesti selalu mengandalkan kamera DSLR atau mirrorless dengan lensa makro.
Bagi sebagian pecinta fotografi, kamera biasa saja pun menghasilkan gambar yang tidak kalah menarik dibandingkan kamera professional. Hal utama yang mesti dikuasai sang pemotret untuk menghasilkan foto menarik mencakup komposisi, angle atau sudut pengambilan, dan pencahayaan.
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 Desember 2019
Rabu, 10 Oktober 2018
Baiturrahim, Masjid Sultan Hassanal Bolkiah di Aceh Jaya
Menatap Masjid Besar Baiturrahim Panga terasa kita sedang berada di Brunei Darussalam. Corak kemegahan melayu begitu kental di bangunan mulia ini.
Berada di lintasan Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya di Keude Panga, Aceh Jaya, menjadikan masjid berwarna putih keemasan ini sering disinggahi pengendara. Selain sebagai sarana ibadah, mesjid tiga kubah ini juga menjadi tempat istirahat ketika lelah berkendara.
Namanya Masjid Besar Baiturrahim. Dibangun pascatsunami menerjang Aceh 2004 dari dana hibah masyarakat Brunei Darussalam. Karena itu juga, masjid satu menara ini dikenal dengan Masjid Sultan Hassanal Bolkiah.
Berada di lintasan Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya di Keude Panga, Aceh Jaya, menjadikan masjid berwarna putih keemasan ini sering disinggahi pengendara. Selain sebagai sarana ibadah, mesjid tiga kubah ini juga menjadi tempat istirahat ketika lelah berkendara.
Namanya Masjid Besar Baiturrahim. Dibangun pascatsunami menerjang Aceh 2004 dari dana hibah masyarakat Brunei Darussalam. Karena itu juga, masjid satu menara ini dikenal dengan Masjid Sultan Hassanal Bolkiah.
Sabtu, 15 September 2018
Pantai Kerikil Darussalam, Pantai Unik di Aceh Selatan
Berkunjung ke Darussalam, Labuhan Haji, Aceh Selatan, terasa belum lengkap jika belum sampai ke pantainya. Selain tempat wisata religius Dayah/Pesantren Syaikh Muhammad Waly Al-Khalidi, di kawasan Darussalam juga memiliki pantai unik. Jika pantai pada umumnya bermaterial pasir, seperti pasir putih, pasir hitam, pink, dan lain sebagainya, namun pantai Darussalam ini beralaskan batu kerikir yang menakjubkan.
Batu kerikil yang tedapat di pantai ini bermacam ukuran. Mulai seukuran jari sampai berukuran genggam orang dewasa. Variasi warna pun beragam, ada yang warna gelap, krem, abu-abu, merah hati, putih, dan sebagainya. Pesona hamparan kerikil di pantai ini tak jauh berbeda dengan pantai Kolbano, Kupang, NTT.
Batu kerikil yang tedapat di pantai ini bermacam ukuran. Mulai seukuran jari sampai berukuran genggam orang dewasa. Variasi warna pun beragam, ada yang warna gelap, krem, abu-abu, merah hati, putih, dan sebagainya. Pesona hamparan kerikil di pantai ini tak jauh berbeda dengan pantai Kolbano, Kupang, NTT.
Jumat, 24 November 2017
Masjid Ahlusunnah Wal Jamaah Setia Bakti
Masjid Ahlusunnah Wal Jamaah, berdiri kokoh di pinggiran jalan Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Baro Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya. Selain sebagai sarana ibadah bagi masyarakat setempat, masjid dengan empat menara dan satu kubah ini juga sering disinggahi para pengguna jalan. Letaknya strategis di pinggir jalan raya dengan area tempat parkir yang luas.
Desain masjid persegi empat dengan dikelilingi pintu terbuka di sisi depan dan kiri masjid. Tujuh pintu utama di sisi depan menjadi pilihan bagi pengunjung untuk masuk ke masjid. Paduan warna putih dengan orange di bagian relief pintu menghantar kedamaian.
Desain masjid persegi empat dengan dikelilingi pintu terbuka di sisi depan dan kiri masjid. Tujuh pintu utama di sisi depan menjadi pilihan bagi pengunjung untuk masuk ke masjid. Paduan warna putih dengan orange di bagian relief pintu menghantar kedamaian.
Rabu, 08 November 2017
Wisata Sejarah Teuku Umar di Batee Puteh Meulaboh
Mengenal Teuku Umar Johan Pahlawan sebagai seorang pahlawan Nasional juga semestinya juga harus mengetahui tempat gugurnya beliau. Pasie Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, adalah saksi bisu syahidnya pahlawan kebanggaan Indonesia tersebut.
Pasie Ujong Kalak, atau lebih dikenal dengan sebutan Pasie Batee Puteh berada tak jauh dari pusat kota Meulaboh, Ibukota Aceh Barat. Berada sekitar 1 km dari pusat kota atau dari simpang Pelor.
Menurut sejarah yang berkembang, di Batee Puteh inilah, putra Meulaboh tersebut menghembus nafas terakhir. Ketika perperangan melawan pasukan Belanda yang dipimpin Jenderal Van Heutsz pada 11 Februari 1899, Teuku Umar terkena tembakan. Setelah melihat sang pemimpin gugur, pengikut Teuku Umar yang setia membawa lari jasad beliau dari lokasi perang. Pejuang Aceh melalui Dusun Kubah Pahlawan, Desa Suak Raya menuju Meugo, tempat pemakaman sekarang.
Jumat, 07 Juli 2017
Ceuraceu, Air Terjun Menakjubkan di Hutan Abdya
Berwisata ke Abdya terasa belum lengkap sebelum sampai ke air terjun Ceuraceu. Letaknya yang jauh dari pemukiman, air terjun ini masih tergolong objek wisata tersembunyi di kabupaten yang berjulukan "breuh si gupai" itu.
Air terjun Ceuraceu terletak di Gampong Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Untuk menuju lokasi, pengunjung harus berjalan kaki melewati perkebunan warga melalui aliran sungai. Mengikuti warga setempat adalah pilihan terbaik untuk mencapai lokasi air terjun ini.
Jumat, 30 Juni 2017
Puncak Gemilang, Landmark Tapaktuan yang Lagi Hits
“Jangan ngaku
anak Aceh Selatan jika belum ke tempat ini… Maka oleh karena itu saya
menyempatkan untuk pertama kali meski malas untuk ber-alay-alay. Puncak
Gemilang, Tapaktuan.” Begitulah caption singkat pada sebuah foto
yang diunggah Hafeez di akun instagramnya.
Hafeez mengaku
memang belum pernah mengunjungi Puncak Gemilang yang terletak di Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh
Selatan ini, walaupun ia warga
setempat. Begitu pun dengan kami yang datang
dari Meulaboh dan Banda Aceh.
Senin, 26 Juni 2017
Baitul Maghfirah, Masjid Kubah Besar di Samatiga
"Ketika hendak shalat saat melakukan perjalanan, alangkah bagusnya jika kita singgah di masjid yang belum pernah kita singgah. Karena beda masjid, beda pula keberkatannya, sebab masjid-masjid tersebut dijaga oleh malaikat yang berbeda." Jelas Agus, mengutip isi dari sebuah kitab saat kami mengunjungi kerabat di Samatiga.
Hari itu Minggu (25/6/2017), bertepatan dengan 1 Syawal 1438 hijriyah, di hari idul fitri. Saya, Agus, dan bang Ally bersilaturrahmi ke rumah kerabat di Kecamatan Samatiga. Karena waktu zuhur tiba, kami pun singgah di masjid. Agus menyarankan agar kami singgah di masjid yang belum pernah kami shalat, bang Ally pun mengamininya. Akhirnya kami sepakat shalat di masjid Gampong Reusak, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.
Sabtu, 17 Juni 2017
Membidik Indahnya Masjid Agung Meulaboh
Jalan-jalan ke Meulaboh Aceh Barat, jangan lupa singgah ya di Masjid Agung Baitul
Makmur. Selain tempatnya yang nyaman, fasilitas lengkap, area masjid ini juga
cocok untuk mengabadikan jepretan foto terbaikmu.
Emm… Letaknya tak begitu jauh dari pusat kota. Ya sekitar 100
meter dari simpang Kisaran, atau 200 meter dari kantor Bupati Aceh Barat. Dibangun
di sebidang tanah tepatnya di Jalan Imam Bonjol Gampong Seuneubok Kecamatan
Johan Pahlawan, arah menuju keBanda Aceh.
Dilihat dari desainnya, masjid ini memiliki khas daerah Aceh
yang unik dan dipadu dengan gaya arsitektur Timur Tengah dan Asia.
Kesan mewah dan mempersona mulai terasa saat kita memasuki
gerbang masjid ini. Warna kuning keemasan campur merah bata dengan relif islam
modern menambah kenyamanan ketika menatap bangunan suci ini.
Masjid ini dibangun diatas tanah dengan luas 5,2 hektar dan
luas bangunan mencapai 3500 meter persegi. Menurut perkiraan dapat menampung
hingga 7000 jamaah.
Sabtu, 10 Juni 2017
Pesona Suak Nie yang Jarang Diketahui Orang Banyak
Letaknya di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Sekitar 5 KM dari pusat kota Meulaboh, arah ke Banda Aceh.
Suak Nie merupakan desa di ujung Kecamatan Johan Pahlawan, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Samatiga di sebelah Utara. Sebelah Selatan dengan Desa Leuhan, Sebelah Timur dengan Desa Suak Raya, dan sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia.
Walaupun Suak Nie berpenduduk sedikit, namun desa yang berlahan gambut tersebut menyimpan pesona alam yang tak kalah menariknya dengan destinasi-destinasi lain yang terkenal. Diantaranya:
Sabtu, 11 Maret 2017
Pengalaman Baru Potret Ular
Sepekan yang lalu, saya mendapat momen baru yang sedikit menantang. Setidaknya butuh keberanian dan ketelitian untuk melakukan hal yang satu ini. Memotret ular berbisa!
Di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh ular tersebut dikenal dengan Uleu On (ular daun), atau juga disebut Uleu Matee Iku (ular mati ekor). Disebut ular daun karena memang ia berkembang biak di dedaunan. Sedangkan disebut ular mati ekor karena memang ekornya nampak seperti mati. Warna ujung ekor hitam kemerahan, bulat kecil, dan nampak seperti tidak berkembang.
Di Indonesia pada umumnya ular tersebut dikenal dengan sebutan ular hijau atau ular bangka laut (Trimeresurus Albolabris). Menurut keterangan di Wikipedia, ular jenis ini termasuk ular berbisa sedang. Pergerakannya lambat, dan akan membentuk huruf S jika sedang marah. Bentuk kepada segitiga, menandakan memang ular hijau sebagai ular berbisa.
Rabu, 10 Agustus 2016
Suak Nie, Rawa Lahir Pasca Tsunami
Masihkah anda ingat tugu perbatasan Kecamatan Johan Pahlawan dengan Samatiga sebelum tsunami 2004?
Emm... Bagi generasi yang lahir sebelum peristiwa besar itu melanda sedikitnya pasti ingat. Tugu yang dibangun di lintasan Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya di perbatasan Gampong Suak Nie dengan Suak Timah.
Sekarang, tugu tersebut hanya tinggal sejarah. Jalan raya berubah menjadi pasir laut, diapit rawa-rawa yang luas. Tak ada lagi pemukiman di sana. Namun, kawasan tersebut dimanfaatkan warga sebagai ladang ekonomi.
Tiap hari warga Suak Nie, Suak Timah, dan warga sekitar menjadikan sungai sisa tsunami sebagai area mencari ikan, udang, kepiting, lokan, siput, dan lain sebagainya.
Emm... Bagi generasi yang lahir sebelum peristiwa besar itu melanda sedikitnya pasti ingat. Tugu yang dibangun di lintasan Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya di perbatasan Gampong Suak Nie dengan Suak Timah.
Sekarang, tugu tersebut hanya tinggal sejarah. Jalan raya berubah menjadi pasir laut, diapit rawa-rawa yang luas. Tak ada lagi pemukiman di sana. Namun, kawasan tersebut dimanfaatkan warga sebagai ladang ekonomi.
Tiap hari warga Suak Nie, Suak Timah, dan warga sekitar menjadikan sungai sisa tsunami sebagai area mencari ikan, udang, kepiting, lokan, siput, dan lain sebagainya.
![]() |
| Kondisi pascatsunami 2004, dulunya di sini kawasan pemukiman warga |
Selasa, 09 Agustus 2016
Indahnya Panorama Lintas Barat Aceh
Mengabadikan perjalan merupakan kebiasaan yang tak sulit ditinggalkan oleh seorang yang hobi jalan-jalan. Termasuk ketika dalam perjalanan, momen tersebut terus terekam di memorinya. Baik memori kamera maupun memori ingatannya. Kawan-kawan pasti pernah melakukan hal tersebut kan? :-)
Bila kawan-kawan bepergian menggunakan kendaraan pribadi, sempatkanlah diri untuk singgah ditempat-tempat menarik. Luangkan waktu sekejap untuk me-reflesh pikiran. Nah, ingat kawan, perjalanan jalan terlalu diburu-buru. Ingat pepatah, “biar lambat asal selamat.” Jadi, abadikan momen sepuas kawan-kawan saat dalam perjalanan. Berjalan kemana pun, harus ada bawa oleh-oleh, walaupun hanya sebuah foto selfie. Hehe
Sabtu, 02 April 2016
Jumat, 05 Februari 2016
Senin, 01 Februari 2016
Langganan:
Postingan (Atom)
















