Tampilkan postingan dengan label sejarah aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah aceh. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2019

5 Situs Tsunami yang Mesti Anda Kunjungi Saat di Banda Aceh

Mengenang 14 tahun tsunami Aceh, ada sejumlah situs yang bisa dikunjungi saat berada di Banda Aceh. Situs peninggalan bencana besar 26 Desember 2014 itu memberi pelajaran dan pengetahuan besar bagi generasi penerus

Berikut 5 situs peninggalan tsunami yang dirawat menjadi objek wisata dan taman edukasi di Banda Aceh dan sekitarnya.

Senin, 17 Desember 2018

106 Tangga Menuju Makam Malahayati

Laksamana Malahayati, namanya sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat Aceh, bahkan Indonesia. Selain dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2017 lalu, namanya juga diabadikan sebagai nama Jalan, Pelabuhan, bahkan nama kampus yang bergengsi di Aceh.

Sabtu siang (10/11/2018) bertepatan dengan Hari Pahlawan, saya bersama istri berniat berziarah ke makam Laksamana Mahahayati (Keumala Hayati) di perbukitan Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Setelah menempuh jarak 32 Km dari Banda Aceh, kami tiba di Krueng Raya.

Setelah rehat sejenak di Masjid Miftahul Jannah, kami melanjutkan perjalanan ke makam. Melalui lorong kecil depan pelabuhan, kami masuk mengendarai sepeda motor. Ada palang penunjuk arah disana. Berjarak sekitar 200 meter dari jalan raya.

Kamis, 28 Agustus 2014

Masjid Tuha Indrapuri

masjid indrapuri

“Jika dapat calon istri orang seputaran Indrapuri, saya akan menikah di masjid ini,” kata Nurkhalis saat melangkah kaki masuk ke Masjid Tuha Indrapuri, Aceh Besar.

Masjid Tuha Indrapuri memiliki sejarah penting bagi masyarakat Aceh. Dibangun sekitar tahun 1607-1636 oleh Sultan Iskandar Muda. Bangunan masjid dibangun di area seluas 33.875 meter, seluruh bangunan berkontruksi kayu dengan beberapa ukiran. Denah masjid ini berbentuk bujur sangkar berukuran 18,80 m x 18,80 m dengan tinggi bangunan 11,65 m.

Selasa, 26 Agustus 2014

Masjid Baitul Makmur Krueng Sabee

masjid krung sabe
Masjid Baitul Makmur terletak di lintasan Meulaboh Banda Aceh, tepatnya di Keude Krueng Sabee, Aceh Jaya, kurang lebih 12 Km dari kota Calang.
Masjid yang bergaya arsitektur melayu ini dibangun pascatsunami melanda Aceh pada 2004 silam. Bangunan masjid memiliki delapan kubah, masing-masing satu kubah utama, tiga kubah di pintu masuk, dan empat kubah di sudut masjid.

Selain untuk tempat ibadah, Masjid Baitul Makmur ini sering digunakan pengguna jalan sebagai tempat istirahat saat lelah berkendara. Selain tempatnya yang strategis, pengungjung juga bisa menggunakan fasilitas masjid untuk kebutuhannya, seperti kamar mandi da WC umum. Bagi pengendara mobil pun tidak khawatir untuk memarkirkan kendaraannya, karena di area masjid tersedia lahan parkir yang luas dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Selasa, 29 Juli 2014

Masjid Nurul Huda, Saksi Sejarah Aceh Barat

Jika berkunjung ke kota Meulaboh, Aceh Barat, terasa belum lengkap sebelum mengunjungi masjid Agung tertua di kota tersebut. Masjid Nurul Huda Meulaboh atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Tuha ini terletak di jalan Teuku Umar, tepat di putaran taman arah ke Pantai Ujong Kareung.

Masjid bersejarah ini memiliki dua kubah utama yang letak berderetan, dan dua kubah kecil di sisi kiri dan kanan kubah utama. Selain itu, masjid dengan atap merah kecoklatan ini memiliki menara yang terletak di sebelah kiblat masjid.

Sabtu, 19 Juli 2014

Sayang, Makam Tgk Di Cantek Tak Terurus

Seakan tak ada kepedulian dari pemerintah. Itulah hal yang terkesan saat melihat keadaan makam Tgk Di Cantek, yang terletak di pinggir jalan Malahayati, tepatnya di Desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Hanya ada pagar sederhana yang memugar makam bersejarah ini.

Di sisi kiri makam terdapat dua plang yang bertuliskan situs cagar budaya. Rumput setinggi lutut menghiasi makam dan sekelilingnya. Pondasi batu-bata seukuran 1x2 meter yang telah patah menjadi tanda area makam tersebut. Hanya dari tulisan di plang tersebut, masyarakat mengetahui bahwa ada makam bersejarah di daerah ini.

Sabtu, 14 Juni 2014

Makam Raja Sipacak


Makam Raja Sipacak dilihat dari jalan
Bagi masyarakat Indonesia dan Aceh khususnya, makam para ulama sangat dimuliakan. Salah satu cara untuk memuliakannya yaitu memugarnya. Kadang-kadang juga membuat atap di atas makam tersebut. Namun ada juga beberapa makam para ulama yang belum mendapat perhatian selayak ilmu yang dimilikinya ketika ia masih hidup. Makam dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa ada upaya perawatan dan perhatian lebih. Makam Raja Sipacak misalnya, yang terletak di Desa Drien Kipah, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya.

Minggu, 04 Mei 2014

Masjid Abu Daud Beureueh

Masjid Baitul A’la Lil Mujahidin, menjadi sejarah bisu bagi masyarakat Aceh atas perjuangan Teungku Daud Beureueh di bumi Serambi Mekah ini. Berdiri di sisi jalan lintasan Banda Aceh-Medan, tepatnya di Kota Beureuneun, Gampong Jaman Barat, Kecamatan Mutiara, Pidie. Di kalangan masyarakat Aceh, masjid yang memiliki dua menara ini lebih dikenal dengan sebutan Masjid Abu Beureueh.

Masjid ini dibangun atas prakarsa Teungku Muhammad Daud Beureueh pada tahun 1950 di atas lahan seluas 10.200 m2. Menurut sejarah, masjid ini berhasil dibangun atas kerjasama masyarakat Aceh. Bahkan, biaya untuk membeli material berasal dari sumbangan segenggam beras masyarakat Aceh, baik yang tinggal di dalam maupun yang di luar Aceh.

Minggu, 26 Januari 2014

Masjid Baiturrahman, Saksi Bisu Sejarah Aceh

Masjid Raya Baiturrahman merupakan saksi bisu sejarah Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Alaidin Mahmudsyah pada tahun 1229 M dan kemudian diperluas oleh Sultan Iskandar Muda. Selain untuk tempat ibadah, pada masa itu masjid ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan ilmu agama, ilmu politik, hukum, kenegaraan, dan kebudayaan di nusantara. Pada masa itu banyak pelajar dari nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama.

Rabu, 08 Juni 2011

Pinto Khop

Pinto khop, banda aceh
Pinto Khop dan Krung Daroy
Pinto Khop merupakan sebuah pintu penghubung antara istana dengan taman Putroe Phang. Bangunan ini berbentuk kubah yang letaknya tidak jauh dari Gunongan. Pinto Khop dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda. Monumen yang terletak di Banda Aceh ini sekarang menjadi objek wisata sejarah di Banda Aceh.