Melihat sebuah kapal besar berada ditengah pemukiman padat penduduk tentu membuat kita tercengang. Disamping itu kita pasti bertanya-tanya, kok bisa?
Tentu bisa! Tidak ada yang mustahil jika Sang Pencipta berkehendak. Dalam sekejap sebuah daerah berubah total . Ya seperti di Kota Banda Aceh ini, sebuah kapal besar milik PLTD Apung mendarat di permukiman warga sejak 2004 silam.
Ingatkah kita peristiwa apa yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu? Tentu! Gelombang dahsyat menerjang bumi Serambi Mekah ini. Meluluhlantakkan seluruh isi kota para raja. Menjemput ribuan para syuhada menghadap Sang Pencipta. Orang Aceh mengenalnya Ie Beuna, orang Sinabang menyebutnya Smoong, sementara orang Jepang menamainya tsunami.
Tampilkan postingan dengan label banda aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banda aceh. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 September 2018
Senin, 16 Juli 2018
Indahnya, Seharian di Pasir Putih Terasa Tidak Cukup
Jalan-jalan ke Banda Aceh, rasanya belum lengkap jika tidak menyempatkan diri ke Pasir Putih, Lhok
Mee, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Pantai indah ini berada sekitar 36 Km
dari pusat kota Banda Aceh.
Objek wisata ini terbilang unik,
pohon-pohon berbagai ukuran tumbuh berjejer di sepanjang pantainya. Akar-akar pohon menjulang
bagaikan tombak terpacak di pasir. Rindang
saat dipandang. Hempasan ombak seirama membawa
ketenangan sembari menikmati
secangkir kelapa muda.
Tak jauh dari bibir
pantai, disusun batu alam untuk membendung ombak. Tentunya dengan tujuan untuk
mencegah abrasi. Selain itu, susunan batu juga menjadi pengaman bagi para
pengunjung yang hobi berenang di pantai ini.
Disebut pasir putih ternyata pasirnya
memang berwarna putih. Bongkahan karang kecil bertaburan di bibir pantai. Aneka
cangkang biota laut pun turut menghiasinya. Nah, permandangan menarik ini jarang ditemukan di pantai-pantai dengan
struktur pasir biasa.
Menghabiskan waktu
seharian di pantai ini terasa begitu singkat. Memancing bebas menjadi pilihan
para pengunjung ketika berada dipantai utara Aceh Besar ini. Ikan yang
diperoleh pun beragam jenis dan ukuran, ya tergantung rezeki lah. Emmm,
pengunjung juga bisa membakar hasil pancingannya di pantai ini. Jika tidak
sempat sendiri, pengunjung bisa meminta bantuan pada para pedagang di sepanjang
pantai ini, dengan hanya membayar jasa sekedarnya.
Pantai ini berada sekitar
3 km dari pasar Krueng Raya, Aceh Besar. Dari pelabuhan Malahayati, pengunjung
bisa mengikuti jalan besar arah ke Laweung, dengan mendaki beberapa tanjakan
bukit Lamreh. Setelah berkendara sekitar 10 menit, pengunjung bisa menjumpai
plang selamat datang ke objek wisata Pasir Putih di sisi kiri jalan.
Rabu, 08 Juni 2011
Pinto Khop
| Pinto Khop dan Krung Daroy |
Jumat, 03 Juni 2011
Kapal PLTD Apung
Kapal PLTD Apung I yang terletak di Kampung Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Kapal ini merupakan bukti kedahsyatan musibah Tsunami di Aceh Pada 26 Desember 2004 Lalu. Gelombang Tsunami membuat kapal PLTD Apung I merangsek ke daratan sejauh dua km dari Ulee Lheue.
Sekarang, kapal tersebut telah dijadikan objek wisata untuk mengenang musibah Tsunami di Aceh yang menelan 30.000 korban.
Rumoh Aceh
Langganan:
Postingan (Atom)



