Selasa, 20 Februari 2018

Menikmati Keasrian Tahura Pocut Meurah Intan dari Rumah Pohon


tahura, tahura pocut meurah intan, seulawah, wisata aceh, taman hutan kota, aceh besar
Sorak riuh gerombolan monyet terdengar jelas diantara rerimbunan tanaman pinus. Silih berganti sorakan penghuni hutan tersebut memecah kesunyian hutan. Seakan mereka menyampaikan suatu pesan kepada para pengunjung yang menginjakkan kaki di Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan Seulawah.

Pertamanya saya sempat berdiri bulu kuduk. Suaranya berbeda dengan monyet-monyet yang pernah saya temui pinggir jalan Geurute sana. Untung saat itu saya bersama istri, terus memberanikan diri untuk menjelajah spot-spot menarik dalam Tahura ini.

Langkah pertama kami langsung menuju ke rumah pohon yang berada di belakang bangunan kantor. Rumah pohon tersebut dibuat di atas pohon sala (pinus) dengan ketinggian 5 meter dari permukaan tanah. Melalui tangga sebelah kanan, kami menaiki rumah segi enam ini.

Rumah dibuat pada dua pohon pinus yang berbeda. Untuk menghubung keduanya, dibuat jembatan ukuran 1 meter dengan kontruksi kayu. Sekeliling bangunan dibuat pagar pelindung setinggi pinggang orang dewasa.

tahura, tahura pocut meurah intan, seulawah, wisata aceh, taman hutan kota, aceh besar


Di bangunan pertama, rumah dilengkapi dengan atap dan kursi santai. Sementara di bangunan kedua dibiarkan terbuka dengan lantai papan.

Pada hati-hari tertentu, dari atas rumah ini pengunjung bisa menguji keberanian dengan berjalan di atas jembatan tali. Dua tali putih ukuran dua jari diikat antara dua pohon dengan jarak sekitar 50 meter. Di atas pohon yang terhubung tali tersebut juga dibuat rumah persegi enam tanpa atap.
Kemudian tali tersebut terus dihubungkan dengan pohon yang lainnya.

Namun keberuntungan tidak bersama kami. Jembatan tali tidak dibuka, karena tidak ada petugas yang memandu. Mungkin karena kami datang pada hari minggu, saat pegawainya libur.

tahura, tahura pocut meurah intan, seulawah, wisata aceh, taman hutan kota, aceh besar

Dari atas rumah pohon ini kami menikmati keasrian alam di Tahura Seulawah. Kesejukan seakan datang menyelimuti kami. Angin sepoi-sepoi bertiup membawa kedamaian. Seluruh jenis tumbuhan bisa kami lihat dari kursi santai bangunan ini.

Menatap ke arah timur, pohon pinus sebesar drum tumbuh berbanjar menjulang ke langit, begitu juga di arah selatan dan utara. Sesekali bergerak seirama menerima hembusan angin pengunungan. Sempat terbayangkan, seandainya seluruh wilayah Tahura ini masih terjaga, sungguh kelangsungan hidup flora dan fauna dapat diwariskan untuk anak cucu.

Setelah puas menikmati kesejukan udara dari atas rumah pohon, kami sepakat turun dan mencari spot menarik lainnya dalam kawasan Tahura Pocut Meurah Intan ini.

Sambil melangkah kaki, kami sempatkan diri untuk mengabadikan beberapa spesies tumbuhan yang ada. Beberapa tumbuhan langka, bisa kami kenali di taman ini. Semua jenis tanaman yang ada, sudah ditulis nama di selembar seng. Nama tumbuhan ditulis dalam Bahasa Aceh, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Latin. 

tahura, tahura pocut meurah intan, seulawah, wisata aceh, taman hutan kota, aceh besar
Salah satu papan nama pohon

tahura, tahura pocut meurah intan, seulawah, wisata aceh, taman hutan kota, aceh besar, kursi unik, kursi kayu
Kursi tempat istirahat pengunjung

tahura, tahura pocut meurah intan, seulawah, wisata aceh, taman hutan kota, aceh besar
Jalan lintasan untuk mengelilingi Tahura PMI

Melangkah ke sisi barat taman, kami menjumpai aneka bunga indah. Paduan warna-warni memanjakan mata para pengunjung. Beberapa jenis bunga memancarkan aroma semerbak seakan tak rela untuk kami tinggali.

Setelah puas mengabadikan setiap jenis bunga indah, mata saya tertuju pada sarang laba-laba. Rajutan sarang spider ini menghiasi pelepah dan ranting pohon.

tahura, tahura pocut meurah intan, seulawah, wisata aceh, taman hutan kota, aceh besar
Salah satu jenis laba-laba yang ada di Tahura Seulawah

Emm... Setelah hampir satu jam mengelilingi Tahura, kami pun sepakat meneruskan perjalanan menuju Banda Aceh.[]

1 komentar: