Jumat, 07 Juli 2017

Ceuraceu, Air Terjun Menakjubkan di Hutan Abdya

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Berwisata ke Abdya terasa belum lengkap sebelum sampai ke air terjun Ceuraceu. Letaknya yang jauh dari pemukiman, air terjun ini masih tergolong objek wisata tersembunyi di kabupaten yang berjulukan "breuh si gupai" itu.

Air terjun Ceuraceu terletak di Gampong Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Untuk menuju lokasi, pengunjung harus berjalan kaki melewati perkebunan warga melalui aliran sungai. Mengikuti warga setempat adalah pilihan terbaik untuk mencapai lokasi air terjun ini.

Pada Kamis (29/6/2017) saya dan dua teman dari Meulaboh serta beberapa teman di Abdya berangkat berpetualang ke sana. Kawan dari Abdya hendak merekam video. Sementara kami dari Meulaboh hanya ingin menikmati keindahan pesona air terjun Ceuraceu secara langsung. Sebelum berangkat ke lokasi, kami sepakat berkumpul di Gampong Krueng Batee di rumah salah seorang teman.

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Melewati perkebunan warga
Dari permukiman warga di Krueng Batee, kami menempuh perjalanan selama satu jam melewati perkebunan pala. Mengikuti aliran sungai bebatuan. Lumut hijau menghiasi permukaan aliran. Aneka ikan pun tampak jelas berenang diantara batu-batu besar. Di sudut lain, terlihat warga sedang memasang jaring ikan di aliran sungai ini.

Menurut warga setempat, jika musim hujan aliran tersebut sangat deras dan cukup menantang untuk dilewati. Beruntung waktu kami mendaki debit airnya masih sedikit. Berhubung masih jarang hujan deras.

Di sepanjang aliran sungai terlihat pipa air bersih yang dialiri ke pemukiman. Bak penampung dari beton berdiri kokoh diantara pepohonan rindang. Dibuat sistem terbuka, sehingga air yang melebihi takaran akan tumpah kembali ke sungai.

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Bak penampung air

Setelah berjalan beberapa ratus meter, hujan turun. Tak ada tempat berlindung di sana. Hanya ada tebing batu untuk berhelai. Tapi kami sepakat meneruskan perjalanan walaupun basah. Semua alat elektronik, dompet, juga makanan kami bungkus plastik. Beruntung Zuhri membawa kantong plastik dan ransel.

Guyuran hujan membuat jalan setapak berair. Lumpur tanah liat dan lumut di bebatuan terasa begitu licin. Resiko jatuh juga tinggi. Butuh kejelian dan ekstra hati-hati melewatinya.

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun

Dua puluh menit kemudian hujan reda. Kicauan burung kembali menemani keheningan alam. Kami terus berjalan mengikuti aliran sungai. Kadang juga berjalan melewati hutan kayu besar. Daun jilatang juga tumbuh di sekitar hutan. Harus berhati-hati agar tidak mengenai badan. Jika kena jilatang bisa timbul gatal-gatal.

Sampai di tingkat empat, kayu besar tumbang menutupi air terjun. Sekilas menurut amatan kami, kayu tersebut belum lama tumbang. Menurut prediksi sekitar semalam atau pagi hari itu.
ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Melewati hutan kayu
ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Kayu tumbang menutupi air terjun tingkat empat

Di tingkat empat kami hanya berhenti sejenak, kemudian meneruskan perjalanan ke tingkat enam. Sekitar seratus meter perjalanan dari tingkat empat, kami tiba di lokasi tujuan. "Nyoe tanyoe katrok bang (kita sudah sampai bang)," kata Zuhri kepada kami.

Takjub. Sungguh masih alami alam di Ceuraceu ini. Derauan  suara air memecah kesunyian hutan belantara. Airnya jatuh dari ketinggian sekitar 20 meter. Secara lembut menghantam bebatuan besar. Di sebelah kiri air terjun terdapat tebing besar seperti payung. Di bawahnya kami meletakkan barang-barang.

Tak sabar rasanya ingin menceburkan diri ke kolam sebelah kanan tebing. Air bening nampak permukaan. Tidak begitu dalam, hanya sekitar pinggang orang dewasa. 

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Air terjun Ceuraceu tingkat enam

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Benar-benar bening kan airnya?
Setelah puas menikmati keindahan di tingkat enam. Tentunya setelah jepret sana-sini sebagai kenangan, saya, Putra, dan Agus yang dari Meulaboh sepakat mendaki ke tingkat tujuh. Sementara Zuhri dan kawan lainnya tetap di tingkat enam menikmati segarnya semburan air terjun.

Jalan menuju tingkat tujuh lumayan menanjak. Di tambah licinnya struktuk tanah yang baru disirami hujan. Untuk mencegah terpleset, kami tidak memakai sendal saat mendaki. Dengan perlahan kami melangkah di antara kayu-kayu kecil. Batu cadas pun jadi tempat pegangan saat mendaki.
ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Hati-hati Bang...!
Kami hanya beranjak sekitar 50 meter dari tingkat enam untuk menuju tingkat tujuh. Ada dua air terjun di sana. Sebelah kiri, air mengalir deras dari ketinggian sekitar 10 meter. Airnya mengalir melalui saluran-saluran kecil di celah bebatuan menuju tingkat enam. Pengunjung bisa mandi di area ini dengan cara duduk bahkan berbaring.
ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun

 ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun

Emm… Di sisi kanan, air terjunnya tak kalah cantik. Air turun dari ketinggian di antara bebatuan berlumut. Menariknya, di spot ini juga terdapat goa dibawahnya. Tapi kami kurang tahu berapa jauh kedalaman goa tersebut. Saya bersama Putra dan Agus hanya mengambil foto di depannya saja.

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Ini di tingkat tujuh sebelah kanan. Kelihatan kan goanya?
Setelah sedikitnya puas menikmati spot di tingkat tujuh. Jam di smartphone menunjukkan pukul 13.50 Wib. Kami sepakat turun ke tingkat enam dan menjumpai kawan-kawan. Karena saya, Putra dan Agus harus pulang ke Meulaboh siang itu juga, kami pun pamit duluan. Sebagai kenang-kenangan, tak lupa foto bersama Zuhri, sang penunjuk jalan menuju air terjun Ceuraceu.

ceuraceu, kuala batee, abdya, wisata aceh, pesona alam aceh, air terjun
Dari kiri: Saya, Agus, dan Zuhri
Di akhir tulisan ini, saya berterima kasih banyak kepada Zuhri dan juga kawan-kawan yang lain. Dengan modal nekat akhirnya kami sempat juga jalan-jalan menikmati indahnya pesona alam di balik gunung Kuala Batee, Abdya. Walaupun hanya 2 jam di air terjun, rasa penasaran tentang wujud Ceuraceu terbayar lunas. Akhir kata, Ceuraceu keren!

Baca Juga: Tips Aman Berkunjung ke Ceuraceu Abdya
 

5 komentar:

  1. Keren Li bg Dayat ��
    Maunya pas kpm dulu bisa singgah ke situ. ��

    BalasHapus
  2. emmm... ntar kalau ada kesempatan, datang lagi ke Abdya Rahmi..hehe
    Sekalian kunjungi Ceuraceunya...:D

    BalasHapus
  3. padahal tiap tahun ke abdya tapi gk kepikiran mau kunjungin ni tempat padahal spotnya keren abis. mantaplah salam kenal bro anak Abdya

    BalasHapus
    Balasan
    1. emm.... Semoga bg brosisman juga sudah berkunjung ke sana...
      hehe.. salam kenal juga mas bro..

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus