Jumat, 14 Agustus 2026

Cahaya Obor dan Gema Ya Latif: Menjaga Tradisi Tulak Bala di Gampong Suak Nie

pawai obor, ya latif, rabu abeh, tulak bala, suak nie
Di bawah naungan langit malam yang pekat, suasana di pelataran Mesjid At-Taqwa Suak Nie terasa berbeda. Kerumunan warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak, berkumpul dengan khidmat. Tak berselang lama setelah azan isya usai dikumandangkan dan jemaah menunaikan salat, sebuah rutinitas tahunan pun dimulai: pawai keliling Tulak Bala.

Ini bukan sekadar jalan santai malam. Ini adalah ritual spiritual, sebuah doa yang diwujudkan dalam langkah kaki dan lantunan zikir, memohon perlindungan Yang Maha Kuasa dari segala marabahaya, musibah, dan penyakit.

Dari pelataran masjid pada malam Rabu (11/8/2026), rombongan mulai bergerak. Rute yang ditempuh tidak main-main. Meraka menyusuri jalan nasional yang masih menyisakan sisa-sisa lalu lalang kendaraan, sebelum akhirnya berbelok masuk ke jalan-jalan sempit di lorong kampung.

Di barisan paling depan, terlihat sebuah becak motor yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Di atasnya, terpasang perangkat soundsystem mini yang menjadi sumber utama pengeras suara. Becak tersebut dikendarai oleh Muhammad Fajar, seorang pemuda desa yang dengan sigap menavigasi rute. Di boncengan becak, duduklah Tgk Ramadhan Abubakar.