Kamis, 06 Maret 2014

Rakyat itu Raja

Dewasa lah...
Karena menjadi tua sudah pasti
Tapi menjadi dewasa adalah pilihan...

Inilah sebuah nasehat yang patut kita cermati betul-betul. Jadi diri sendiri adalah sebuah pilihan menuju kesuksesan. Mulai sekarang kita harus berhenti melihat kesuksesan olang lain yang terlalu berlebihan. Karena hal itu akan membuat kita semakin terpuruk.

Bagaimana kita mempersiapkan diri menjadi orang dewasa? Saya teringat cerita teman ketika dia diangkat menjadi bilal di mesjid kampungnya. Ketika itu, masyarakat akan menghormatinya karena pekerjaan dan amanah yang dia pikul. Walaupun usia masih remaja, namun dia sudah dianggap sebagai orang tua dikampung tersebut. Walaupun demikian, ia tidak berlaku sombong kepada kawan-kawan seangkatan denganya. Ia tetap berlaku ramah, malah sikapnya yang semakin merendah diri.

Rabu, 05 Februari 2014

Terapi Kesehatan di Ie Seuum


Pemandangan objek wisata Ie Seum dari atas gunung
Beraktivitas setiap hari kadang membuat tubuh terasa kaku dan lelah. Alam terbuka dengan permandangan sejuk bisa dijadikan sebagai obat. Seperti di permandian Ie Seuum, Krueng Raya, Aceh Besar.

Sesuai dengan namanya, di sini memang terdapat air panas yang keluar dari celah gunung Seulawah. Menurut warga setempat, gunung tersebut merupakan gunung api yang aktif. Dari dahulu kala, ie seuum atau air panas memang sudah terdapat di desa ini. Makanya desa tersebut dinamakan Desa Ie Seuum.

Berjarak sekitar 35 km dari Banda Aceh, tempat wisata yang langka tersebut mengundang pengunjung ramai-ramai berdatangan. Tak hanya dari dalam daerah, turis mancanegara pun turut meramaikan objek wisata permandian air panas ini.

Minggu, 26 Januari 2014

Bukti Keadilan Sultan Iskandar Muda

makam, meurah pupok, iskandar muda
Makam Meurah Pupok
“Mate Aneuk meupat jirat, Gadoh adat pat tamita,” begitulah sebuah ungkapan Sultan Iskandar Muda saat menghukum putra mahkotanya ketika dituduh berbuat salah. Ungkapan tersebut sekarang diabadikan pada sebuah pamplet di samping makam Meurah Pupok dalam komplek Kerkhof Peucut, Banda Aceh.

Masjid Baiturrahman, Saksi Bisu Sejarah Aceh

Masjid Raya Baiturrahman merupakan saksi bisu sejarah Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Alaidin Mahmudsyah pada tahun 1229 M dan kemudian diperluas oleh Sultan Iskandar Muda. Selain untuk tempat ibadah, pada masa itu masjid ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan ilmu agama, ilmu politik, hukum, kenegaraan, dan kebudayaan di nusantara. Pada masa itu banyak pelajar dari nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama.

Sabtu, 21 Desember 2013

Mereka Telah Pergi Bersama Ombak

Sumber foto: http://tsun.sscc.ru
Minggu, cuaca begitu cerah. Matahari mulai meninggi seukuran galah. Kicauan burung terdengar merdu memecahkan keheningan pagi. Ayam-ayam berkotek di kandangnya, menunggu mak datang memberi umpan. Ayah duduk di dekat meja di pojok dapur panggung. Ia memandang ke arah sawah melalui jendela. Mak duduk di dekat tungku kayu bakar sambil menghembus api. Sesekali ia menyeruput kopi panas yang ada di depannya.

Jumat, 20 Desember 2013

Ruman Aceh, Bimbel Gratis Kaum Dhuafa

ruman aceh, pustaka, bimbel
Kegiatan anak-anak Ruman
Selain melayani bimbingan belajar gratis bagi anak-anak sekitar, Rumoh Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) yang terletak di Punge Blang Cut Banda Aceh ini ramai dikunjungi mahasiswa. Mereka mencari referensi di sana untuk melengkapi tugas kuliah.

Bakda Magrib, rumah type 36 itu dipenuhi puluhan anak-anak usia TK dan SD dari keluarga kurang mampu. Mereka duduk bersimpuh di atas karpet hijau. Beberapa foto kegiatan mereka terpajang di dinding ruang 5x3 meter itu. Lemari buku berdiri tegak di sudut rumah. Pensil warna digerakkan dengan lincah untuk mewarnai gambar yang diberikan Rizki. Sambil menunggu namanya dipanggil ustazah untuk mengaji.

Rabu, 18 Desember 2013

Mesjid Lampuuk, Bukti Sejarah Tsunami Aceh

lampuuk, mesjid, aceh, tsunami
Mesjid Rahmatullah Lampuuk, 9 tahun pascatsunami.
Banyak bukti sejarah untuk mengingat dan mengenang tsunami Aceh 26 Desember 2004 lalu. Salah satunya yaitu mesjid Lampuuk. Mesjid ini berdiri sekitar 300 meter dari bibir pantai, tepatnya di desa Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Mesjid ini menjadi saksi sejarah saat bencana gempa dan tsunami menerjang Aceh 9 tahun silam.