Dewasa lah...
Karena menjadi tua sudah pasti
Tapi menjadi dewasa adalah pilihan...
Inilah sebuah nasehat yang patut kita cermati betul-betul. Jadi diri sendiri adalah sebuah pilihan menuju kesuksesan. Mulai sekarang kita harus berhenti melihat kesuksesan olang lain yang terlalu berlebihan. Karena hal itu akan membuat kita semakin terpuruk.
Bagaimana kita mempersiapkan diri menjadi orang dewasa? Saya teringat cerita teman ketika dia diangkat menjadi bilal di mesjid kampungnya. Ketika itu, masyarakat akan menghormatinya karena pekerjaan dan amanah yang dia pikul. Walaupun usia masih remaja, namun dia sudah dianggap sebagai orang tua dikampung tersebut. Walaupun demikian, ia tidak berlaku sombong kepada kawan-kawan seangkatan denganya. Ia tetap berlaku ramah, malah sikapnya yang semakin merendah diri.
Kamis, 06 Maret 2014
Rabu, 05 Februari 2014
Terapi Kesehatan di Ie Seuum
![]() |
| Pemandangan objek wisata Ie Seum dari atas gunung |
Sesuai dengan namanya, di sini memang terdapat air panas yang keluar dari celah gunung Seulawah. Menurut warga setempat, gunung tersebut merupakan gunung api yang aktif. Dari dahulu kala, ie seuum atau air panas memang sudah terdapat di desa ini. Makanya desa tersebut dinamakan Desa Ie Seuum.
Berjarak sekitar 35 km dari Banda Aceh, tempat wisata yang langka tersebut mengundang pengunjung ramai-ramai berdatangan. Tak hanya dari dalam daerah, turis mancanegara pun turut meramaikan objek wisata permandian air panas ini.
Minggu, 26 Januari 2014
Bukti Keadilan Sultan Iskandar Muda
![]() |
| Makam Meurah Pupok |
“Mate Aneuk meupat jirat, Gadoh
adat pat tamita,”
begitulah sebuah ungkapan Sultan Iskandar Muda saat menghukum putra mahkotanya
ketika dituduh berbuat salah. Ungkapan tersebut sekarang diabadikan pada
sebuah pamplet di samping makam Meurah Pupok dalam komplek Kerkhof Peucut,
Banda Aceh.
Masjid Baiturrahman, Saksi Bisu Sejarah Aceh
Masjid Raya
Baiturrahman merupakan saksi bisu sejarah Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan
Alaidin Mahmudsyah pada tahun 1229 M dan kemudian diperluas oleh Sultan
Iskandar Muda. Selain untuk tempat ibadah, pada masa itu masjid ini juga
dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan ilmu agama, ilmu politik, hukum,
kenegaraan, dan kebudayaan di nusantara. Pada masa itu banyak pelajar dari nusantara,
bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut
ilmu agama.
Sabtu, 21 Desember 2013
Mereka Telah Pergi Bersama Ombak
| Sumber foto: http://tsun.sscc.ru |
Jumat, 20 Desember 2013
Ruman Aceh, Bimbel Gratis Kaum Dhuafa
![]() |
| Kegiatan anak-anak Ruman |
Selain melayani bimbingan belajar gratis bagi anak-anak sekitar, Rumoh Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) yang terletak di Punge Blang Cut Banda Aceh ini ramai dikunjungi mahasiswa. Mereka mencari referensi di sana untuk melengkapi tugas kuliah.
Bakda Magrib, rumah type 36 itu dipenuhi puluhan anak-anak usia TK dan SD dari keluarga kurang mampu. Mereka duduk bersimpuh di atas karpet hijau. Beberapa foto kegiatan mereka terpajang di dinding ruang 5x3 meter itu. Lemari buku berdiri tegak di sudut rumah. Pensil warna digerakkan dengan lincah untuk mewarnai gambar yang diberikan Rizki. Sambil menunggu namanya dipanggil ustazah untuk mengaji.
Rabu, 18 Desember 2013
Mesjid Lampuuk, Bukti Sejarah Tsunami Aceh
![]() |
| Mesjid Rahmatullah Lampuuk, 9 tahun pascatsunami. |
Banyak bukti sejarah untuk mengingat dan mengenang tsunami Aceh 26 Desember 2004 lalu. Salah satunya yaitu mesjid Lampuuk. Mesjid ini berdiri sekitar 300 meter dari bibir pantai, tepatnya di desa Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar. Mesjid ini menjadi saksi sejarah saat bencana gempa dan tsunami menerjang Aceh 9 tahun silam.
Langganan:
Postingan (Atom)





