Kamis, 28 Agustus 2014

Masjid Tuha Indrapuri

masjid indrapuri

“Jika dapat calon istri orang seputaran Indrapuri, saya akan menikah di masjid ini,” kata Nurkhalis saat melangkah kaki masuk ke Masjid Tuha Indrapuri, Aceh Besar.

Masjid Tuha Indrapuri memiliki sejarah penting bagi masyarakat Aceh. Dibangun sekitar tahun 1607-1636 oleh Sultan Iskandar Muda. Bangunan masjid dibangun di area seluas 33.875 meter, seluruh bangunan berkontruksi kayu dengan beberapa ukiran. Denah masjid ini berbentuk bujur sangkar berukuran 18,80 m x 18,80 m dengan tinggi bangunan 11,65 m.


Masjid dengan atap tiga lapis ini terletak di Desa Pasar Indrapuri , Kec. Indrapuri, Kab. Aceh Besar, Provinsi Aceh. Lokasi masjid tidak jauh dari jalan raya Banda Aceh-Medan, kurang lebih sekitar seratus meter.

Beberapa bulan lalu, tepatnya diawal Mei 2014 saya bersama dua teman kampus, Bang Khalis dan Zuhri berangkat dari Banda Aceh menuju Kota Sate, Matang Geulumpangdua, Bireuen untuk takziah ke rumah kawan. Saat memasuki kawasan Indrapuri, waktu salat zuhur tiba. Kami pun sepakat untuk menunaikan salat di masjid bersejarah ini.

Kebetulan, saya dan Zuhri belum pernah singgah di masjid ini, sementara Bang Khalis mengaku sudah singgah beberapa kali. Ketika sampai di halaman, saya kagum melihat masjid tua (Masjid Tuha: Bahasa Aceh) yang berdiri kokoh di atas sisa benteng pertahanan saat Portugis dan Belanda menyerang Aceh.

Menurut sejarah, Masjid Tuha Indrapuri dibangun pada masa Kesultanan Iskandar Muda berjaya. Masjid ini dikontruksikan atas bekas benteng sekaligus Candi Hindu yang dibangun pada tahun 604 M oleh adik perempuan dari Putra Harsha, yang melarikan diri dari kerajaannya ke Aceh. Indrapuri merupakan bagian Kerajaan Hindu Indrapurwa, termasuk Indrapatra dan Indrapurwa.

Masjid beratap tumpang ini dibangun di atas tembok undakan empat lapis yang terbuat dari batu kapur bercampur tanah liat. Tinggi tembok rata-rata mencapai 3 meter. Sementara bangunan masjid dikelilingi tembok undakan ke empat dengan ketinggian 1,48 meter. Untuk masuk ke dalam masjid, para jamaah atau pengunjung harus melewati pintu utama, tepatnya di sebelah timur masjid.

Tangga utama menuju masjid
Kolam tempat berwudhu

Kolam penampungan air yang sudah tidak dipakai

Di depan pintu masuk terdapat kulah atau kolam tempat penampungan air yang digunakan untuk berwudhu. Air yang jernih menjadikan suasana sejuk. Jika kita berkunjung di siang yang terik, pasti kepengen mandi di bak penampungan ini. Syukur kami masih sanggup bersabar untuk tidak mandi. Hehe

Setelah salat zuhur, kami istirahat sejenak melepaskan penat. Saya dan Zuhri penasaran melihat menara yang berdiri di sebelah utara masjid. Kami pun menaiki tangga untuk sampai di atas menara. Kemudian Bang Khalis pun menyusul kami. Dari atas sana kami dapat melihat permandangan sekeliling masjid dengan jelas. DAS Krueng Aceh tampak elok dengan jembatan penghubung Pasar Lama dengan jalan raya Banda Aceh-Medan.

Beduk yang diletakkan di atas menara

Momen tidak dilewatkan begitu saja, karena kunjungan pertama ke masjid ini, kami pun mengabadikan beberapa gambar sebagai kenang-kenangan. Sekarang, masjid yang penuh sejarah ini dilindungi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh Besar. Di halaman tangga masuk masjid telah dipasang pamphlet peringatan yang berbunyi: Dilarang merusak mengambil atau memindahkan. Dilarang mengubah bentuk dan memisahkan keadaan atau kesatuan benda cagar budaya yang berada di dalam situs dan lingkungannya (Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia No.5 Tahun 1992).

Karena perjalanan masih jauh, kami pun sepakat untuk meneruskan perjalanan. Namun, sebelum sampai di parkiran, Bang Khalis menegaskan sekali lagi niatnya untuk menikah di Masjid Tuha ini. “Kalau di Masjid Raya Baiturrahman orang sudah biasa melangsungkan pernikahan, tapi kalau di masjid tuha ini, mungkin masih jarang,” pungkasnya.

Berikut beberapa foto dalam dan luar masjid:

Struktur bangunan

Shaf tempat salat

desain kayu di puncak (kubah) masjid


Salah satu contoh ukiran kayu di Masjid Tuha Indrapuri


Tembok undakan lapisan kedua

lebarnya tembok mencapai 1 meter

Bang Khalis berpose sebagai kenang-kenangan...:D


1 komentar: