Sabtu, 14 Desember 2013

Belajar Iklan Radio di Binkara FM

radio, binkara banda aceh, iklan
Belajar buat iklan sebenarnya tidak sesulit yang kita bayangkan. Cuma yang paling penting adalah ide awal atau konsep yang akan diiklankan.

Kamis, (12/12/13) kami dari mahasiswa Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry bersilaturrahmi ke radio Binkara FM, yang beralamat di seputaran Gampong Jawa, Banda Aceh. Silaturrahmi ini merupakan bagian dari kuliah kami yang mengambil mata kuliah Paktek Jurnalisme Media Elektronik. Kunjungan ke Binkara FM ini merupakan kunjungan kedua kalinya setelah ke Seulaweut FM pada 21 November 2013 lalu.

Senin, 09 Desember 2013

Berkenalan dengan Jazz

Ketika pertama kali saya mendengar kolaborasi tari Saman dengan musik jazz, saya jadi penasaran. Bagaimana konsepnya untuk menyatukan dua aliran seni yang berbeda ini. Untuk menghilangkan rasa penasaran, saya sempatkan diri untuk hadir ke pagelaran seni tersebut. Event yang diselenggarakan Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Gayo Lues (Hipemagas) di AAC Dayan Dawood ini, membuat saya semakin penasaran tentang musik jazz, terlebih ketika dikolaborasi dengan Saman Gayo.

Tari Saman dari negeri seribu bukit ini sudah lama saya kenal. Banyak penampilan Saman di Banda Aceh yang saya saksikan. Namun, musik jazz yang berasal dari Amerika itu baru kali ini saya melihat langsung. Personil Farabi mampu memukau saya dan ratusan penonton yang hadir di AAC Dayan Dawood, Sabtu (7/12).

Sabtu, 07 Desember 2013

Kolaborasi Saman Jazz

Saman Jazz, kedengarannya keren kan? Sebelumnya siapa yang menyangka tarian Saman bakal dikolaborasikan dengan musik Jazz. Dilihat dari latar belakangnya, kedua kesenian ini sangat jauh berbeda. Tarian saman sendiri merupakan kesenian tradisional Aceh yang telah go-Internasional. Kesenian yang berasal dari dataran tinggi Gayo ini telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Sedangkan musik Jazz sendiri merupakan aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad ke-20 dengan akar-akar dari musik Afrika dan Eropa. Aliran musik ini banyak menggunakan gitar, trombon, piano, trompet, dan saksofon. Elemen penting dalam jazz adalah blue notes, improvisasi,polyrhythms, sinkopasi, dan shuffle note.

Senin, 02 Desember 2013

Jembatan Gantung Lamnga

lamnga, banda aceh, wisata, jembatan, hidayahsuni
Jembatan gantung di Lamnga,
Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar
Lamnga, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, sekitar 10 km dari pusat kota Banda Aceh. Ketika menuju ke arah Krung Raya, maka kita akan melihat sebuah jembatan gantung di sebelah kiri jalan. jembatan ini digunakan oleh masyarakat sebagai jalur transportasi untuk mencari nafkah. 

Kerkhof Peutjoet

museum, kerkhof, banda aceh, sejarah
Museum Tsunami Aceh dilihat dari Kerkhof
museum, kerkhof, banda aceh, sejarah, gerbang
Pintu Gerbang Kerkhof Peucut

museum, kerkhof, banda aceh, sejarah
Kuburan prajurit Belanda di Kerkhof


museum, kerkhof, banda aceh, sejarah, iskandar muda
Makan Merah Pupok, Putra kesayangan Sultan Iskandar Muda

museum, kerkhof, banda aceh, sejarah
Museum Tsunami tampak dari area makam Merah Pupok

Jumat, 22 November 2013

Museum Tsunami Aceh

museum, aceh, tsunami, sejarah aceh
Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh, saksi sejarah Aceh yang tak terlupakan. Museum yang berbentuk kapal laut ini memamerkan berbagai dokumen terkait tsunami yang melanda Aceh 26 Desember 2004 silam.


museum, aceh, tsunami, sejarah aceh
Jembatan penyeberangan, penghubung ruang bawah dengan lantai II

museum, aceh, tsunami, sejarah aceh
Museum Tsunami dari atas resto

museum, aceh, tsunami, sejarah aceh
Nama-nama korban tsunami yang dipasang di ruang gerobong.

museum, aceh, tsunami, sejarah aceh
Puncak gerobong bertuliskan lafaz Allah.

museum, aceh, tsunami, sejarah aceh
Miniatur kapal di Blang Pulo ketika tsunami melanda Aceh

museum, aceh, tsunami, sejarah aceh
Miniatur mesjid Lampuuk, Lhok Nga, Aceh Besar pascatsunami.

museum, aceh, tsunami, sejarah aceh
Miniatur mesjid Lampuuk

museum, aceh, tsunami, sejarah aceh
Pengunjung melihat miniatur kawasan pantai yang dilanda tsunami 2004.

Minggu, 10 November 2013

Tak harus EYD, tapi EYED



Menulis itu sebenarnya sangat mudah. Tidak perlu menunggu suatu kejadian yang menarik untuk ditulis. Semua bisa jadi tulisan, asalkan mau menulisnya.
 
Di era yang serba modern ini, menulis dan mempublikasikan sebuah tulisan sangatlah gampang. Banyak media yang bisa digunakan. Seperti jejaring sosial (Facebook, Twitter, dll) dan juga bisa melalui blog. 

Bagi penulis yang sudah mahir, mereka dapat mempublikasikan tulisannya melalui media massa terkenal, seperti surat kabar, majalah, dan portal berita maupun website tertentu. Namun, bagi kita yang penulis pemula jangan khawatir. Kita juga bisa mempublikasikan karya pribadi agar dibaca orang banyak. Mulai dari kenalan, teman dekat, maupun orang yang belum kita kenal. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan memuat tulisan tersebut di blog.

Menurut Makmur Dimila, pemenang lomba blog Nasional yang diselenggarakan oleh Venom, di Radhida Cafe, Sabtu (9/11), blog merupakan diari pribadi dalam bentuk digital. Kalau dulu hanya di kertas, dan hanya dapat dibaca oleh penulisnya, namun diari sekarang dalam bentuk digital dan dapat dibaca oleh semua orang.

Kalau dilihat dari definisi, blog berasal dari Kata Web dan Log (WEBLOG) yang berarti catatan online (yang berada di web). Pengertian yang lebih lengkap, blog adalah situs web yang berisi tulisan, artikel atau informasi bermanfaat yang diupdate (diperbaharui) secara teratur dan dapat diakses secara online baik untuk umum maupun pribadi (http://cara-buat-blog-di.blogspot.com/2011/01/pengertian-blog.html).

Dalam pertemuan rutin komunitas SidomBlogger itu, Makmur Dimila mengatakan bahwa menulis di blog tidak harus selalu menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), namun kita bisa menulisnya dengan bahasa yang mudah dibaca (ease reading).
 
Makmur memberi konsep baru mengenai ease reading tersebut. Blogger Aceh ini memberi istilah dengan Ejaan Yang Enak Dibaca (EYED). Kemudian, ia juga memberi beberapa trik dan tips agar tulisan mudah dibaca. Pertama, kalimat harus terdiri dari subjek dan predikat (SP), kedua, hindari penggunaan kata “yang” terlalu banyak, ketiga, hindari kesalahan karakter, dan yang keempat, baca nyaring-nyaring tulisan tersebut setelah ditulis.

Nah, itu lah trik yang diberikan oleh Makmur Dimila, seorang Blogger Aceh. Semoga kita dapat memajukan Aceh dengan blog.[]