Menjajaki tempat yang belum terlalu dijamah orang banyak selalu menawarkan candu tersendiri. Ada rasa puas yang magis ketika berhasil melintasi batas lelah, lalu dihadiahi sebuah mahakarya alam yang masih murni. Rasa kagum itu begitu membekas di hati saat kaki saya pertama kali menginjak Pantai Lange—sepotong surga yang kerap dijuluki sang "perawan" di ujung barat Aceh Besar.
Kisah ini bermula pada April 2014 lalu, ketika saya dan beberapa rekan kampus memutuskan untuk menantang diri, bermalam di pantai yang gaungnya saat itu baru terdengar samar-samar. Letaknya yang terisolasi dari pemukiman warga memaksa kami untuk menyiapkan fisik ekstra. Untuk mencapainya, kami harus mengarahkan kendaraan menuju kawasan Lampuuk, sekitar 15 kilometer dari riuhnya pusat Kota Banda Aceh.



.jpg)
.jpg)

.jpg)