Menjelang Idul Fitri, hampir semua masyarakat disibukkan dengan berbagai kegiatan dan kebiasaan untuk memeriahkannya. Mulai dari membeli pakaian baru, perabot baru, kenderaan baru, alat elektronik baru sampai menyiapkan berbagai makanan dan aneka kue yang jarang kita temukan di bulan-bulan lain. Tradisi membuat kue ketika menyambut lebaran, masih mendarah daging dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh. Hampir setiap rumah, kita dapat mencicipi beraneka macam kue khas Aceh yang terus dilestarikan sampai sekarang.
Sabtu, 19 Juli 2014
Sabtu, 14 Juni 2014
Makam Raja Sipacak
![]() |
| Makam Raja Sipacak dilihat dari jalan |
Minggu, 04 Mei 2014
Masjid Abu Daud Beureueh
Masjid Baitul A’la Lil Mujahidin, menjadi sejarah bisu bagi masyarakat Aceh atas perjuangan Teungku Daud Beureueh di bumi Serambi Mekah ini. Berdiri di sisi jalan lintasan Banda Aceh-Medan, tepatnya di Kota Beureuneun, Gampong Jaman Barat, Kecamatan Mutiara, Pidie. Di kalangan masyarakat Aceh, masjid yang memiliki dua menara ini lebih dikenal dengan sebutan Masjid Abu Beureueh.
Masjid ini dibangun atas prakarsa Teungku Muhammad Daud Beureueh pada tahun 1950 di atas lahan seluas 10.200 m2. Menurut sejarah, masjid ini berhasil dibangun atas kerjasama masyarakat Aceh. Bahkan, biaya untuk membeli material berasal dari sumbangan segenggam beras masyarakat Aceh, baik yang tinggal di dalam maupun yang di luar Aceh.
Masjid ini dibangun atas prakarsa Teungku Muhammad Daud Beureueh pada tahun 1950 di atas lahan seluas 10.200 m2. Menurut sejarah, masjid ini berhasil dibangun atas kerjasama masyarakat Aceh. Bahkan, biaya untuk membeli material berasal dari sumbangan segenggam beras masyarakat Aceh, baik yang tinggal di dalam maupun yang di luar Aceh.
Kamis, 01 Mei 2014
Kebun Binatang Mini di Taman Rusa
![]() |
| Patung rusa |
Terletak di Desa Lam Tanjong, Sibreh, Aceh Besar. Sekitar 30 menit perjalanan dari Banda Aceh. Tempat ini terletak di kaki pengunungan Bukit Barisan yang jauh dari deru kendaraan dan kebisingan kota. Untuk mengunjungi tempat ini, pengunjung harus membeli karcis 10.000 rupiah untuk orang dewasa pada hari sabtu, minggu dan hari libur, dan lima ribu untuk anak-anak. Sedangkan pada hari kerja, pengunjung cukup membayar 5000 rupiah saja.
Jumat, 25 April 2014
Bertamasya ke Hutan Kota
Bila Anda ingin mencari suasana nyaman di tengah kesibukan kota Banda Aceh, Anda bisa datang ke Hutan Kota BNI Tibang, Banda Aceh. Walaupun tergolong tempat wisata baru di Banda Aceh, namun Anda bisa menemukan udara segar di antara pepohonan dalam hutan di tengah kota ini.
Hutan ini dibangun atas lahan seluas 7.15 ha di Desa Tibang, Banda Aceh. Upaya pembangunannya melibatkan Pemko Banda Aceh, Bank BNI, Yayasan Bustanussalatin, serta masyarakat Gampong Tibang. Awalnya, kawasan Hutan Kota ini merupakan lahan kosong yang terlantar. Namun setelah dibangun dan dirawat, kawasan ini menjadi tempat favorit muda-mudi.
Hutan ini dibangun atas lahan seluas 7.15 ha di Desa Tibang, Banda Aceh. Upaya pembangunannya melibatkan Pemko Banda Aceh, Bank BNI, Yayasan Bustanussalatin, serta masyarakat Gampong Tibang. Awalnya, kawasan Hutan Kota ini merupakan lahan kosong yang terlantar. Namun setelah dibangun dan dirawat, kawasan ini menjadi tempat favorit muda-mudi.
Sabtu, 12 April 2014
Keindahan Gunong Crungcrang
Permandangan alam Aceh, tak kalah indahnya bila dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Banyak keindahan alam yang berpotensi dikembangkan untuk memajukan pariwisata di Aceh. Sebagai contoh, permandangan laut di kawasan Gunong Crungcrang, Lageun, Aceh Jaya. Tempat ini terlihat masih alami. Cuma ada beberapa pondok atau gerai tempat singgah yang berdiri sepanjang jalan lama daerah ini.
Sebelum pembangunan jalan besar Meulaboh-Banda Aceh, tempat singgah ini berada di pinggir jalan utama. Para pengendara sering singgah sekedar menghilangkan penat di gerai-gerai. Pohon cemara sebagai peneduh dari sinar matahari. Pengunjung biasanya duduk menghadap laut menikmati permandangan dua pulau kecil yang berada tak jauh dari daratan. Dari atas bukit, kita dapat menyaksikan pecahan ombak menghantam batu karang.
Sebelum pembangunan jalan besar Meulaboh-Banda Aceh, tempat singgah ini berada di pinggir jalan utama. Para pengendara sering singgah sekedar menghilangkan penat di gerai-gerai. Pohon cemara sebagai peneduh dari sinar matahari. Pengunjung biasanya duduk menghadap laut menikmati permandangan dua pulau kecil yang berada tak jauh dari daratan. Dari atas bukit, kita dapat menyaksikan pecahan ombak menghantam batu karang.
Senin, 07 April 2014
Foto - Keindahan Subuh dan Magrib
Langganan:
Postingan (Atom)





